"Dalam 24 jam terakhir, militer Prancis berhasil melakukan serangan udara terhadap ISIS di Raqa, Suriah untuk kedua kalinya," kata Kementerian Pertahanan Prancis seperti dilansir AFP, Selasa (17/11/2015).
Presiden Francois Hollande telah bersumpah untuk melakukan penyerangan tanpa ampun menyusul serangan berdarah di Paris, Jumat (13/11) tengah malam lalu. Penghancuran dilakukan pada pukul 00.30 GMT dengan menerjunkan 16 bom.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyerangan ini telah berkoordinasi dengan pasukan Amerika Serikat (AS)," tambah Kemhan Prancis.
Sebelum dilakukan penyerangan, Prancis telah mengintai dan meneliti pusat komando dan pelatihan milik ISIS. Sebelumnya, pada hari Minggu lalu pesawat-pesawat tempur Prancis juga telah melakukan serangan terhadap ibu kota de facto kelompok ISIS di Suriah, Raqa.
Itu merupakan serangan udara pertama Prancis melawan ISIS setelah aksi teror kelompok itu di Paris. Sebanyak 12 pesawat tempur, termasuk 10 pengebom, menjatuhkan 20 bom ke target.
"Target utama yang dihancurkan digunakan oleh ISIS sebagai pos komando, pusat perekrutan jihadis dan depot amunisi. Target kedua dipakai para teroris sebagai kamp pelatihan," tutur Menteri Pertahanan, Senin (15/11/2015). (yds/mad)











































