Niat AS Menghabisi ISIS dan Video Obama Keseleo Lidah yang Menghebohkan

Niat AS Menghabisi ISIS dan Video Obama Keseleo Lidah yang Menghebohkan

Herianto Batubara - detikNews
Selasa, 17 Nov 2015 10:57 WIB
Niat AS Menghabisi ISIS dan Video Obama Keseleo Lidah yang Menghebohkan
Foto: REUTERS/Kevin Lamarque
Jakarta - Pasca teror berdarah di Paris, Prancis yang menewaskan setidaknya 132 orang, Amerika Serikat (AS) menyatakan akan menggempur ISIS sampai habis. Di tengah komentar itu, media sosial malah dihebohkan dengan video Presiden AS Barack Obama yang pernah keseleo lidah melatih ISIS.

Niat AS menggempur ISIS itu kini jadi perbincangan hangat di media sosial. Menhan AS Ash Carter menegaskan bakal menumpas habis ISIS. Terutama setelah terjadi tragedi berdarah di Paris, Prancis. Namun pernyataan itu tak sedikit yang meragukan. Alasannya, ada teori konspirasi yang menyebut-nyebut bahwa sebenarnya AS ada di balik ISIS. Video Obama yang 'keseleo' lidah melatih ISIS jadi dasarnya.

Ketika itu, Obama berpidato di Pentagon, Rabu (8/7/2015). Dia kemudian 'keseleo' lidah menyebut AS tengah gencar melatih pasukan ISIL nama lain ISIS ketika itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"We're speeding up training of ISIL forces including volunteers from Sunni tribes in Anbar Province (Kami meningkatkan pelatihan pasukan ISIL, termasuk relawan dari suku Sunni di Provinsi Anbar," ucap Obama kala itu.


Β 

ISIL atau The Islamic State of Iraq and the Levant memang biasa digunakan pemerintah AS untuk menyebut ISIS.

Pasca pidato kontroversial Obama itu, pihak Gedung Putih sepertinya menyadari kesalahan fatal dan melakukan perbaikan transkrip ucapan tersebut di situs resmi pemerintah. Mereka menambahkan kata '(Iraqi)' setelah 'ISIL'.

Namun perbaikan itu sepertinya tak berarti. Video Obama keseleo lidah tersebut keburu beredar di situs YouTube dan berbagai media sosial. Banyak yang percaya bahwa ISIS adalah pasukan bentukan AS dan sekutunya untuk memecah belah Timur Tengah.

Kini, AS membuat pernyataan terbaru pasca tragedi berdarah di Paris yang menewaskan setidaknya 132 orang. Menteri Pertahanan AS Ash Carter menyatakan negaranya siap menggempur ISIS hingga hancur.

"Kami terus mencari peluang untuk mendapatkan mereka (ISIS) semua). Kami akan terus melanjutkan (penyerangan) itu sampai mereka kalah," kata Carter seperti dilansir Reuters, Selasa (17/11/2015). Dia bicara dalam sebuah forum yang diselenggarakan Wall Street Journal yang ditampilkan secara online.

Ucapan Carter itu merespons adanya video terbaru ISIS yang mengancam akan menyerang Washington DC. Kelompok radikal ini akan membuat teror berdarah di kota tersebut seperti di Paris sebelumnya.

Video yang beredar itu diawali dengan cuplikan penyerangan yang terjadi di Paris dengan korban meninggal sedikitnya 132 orang. Seorang pria berseragam dan bersorban yang dalam sub judul ditulis 'Al Ghareeb Aljazair' menyampaikan pesan kepada negara-negara, yang salah satunya AS, apa yang disebut dengan 'crusader campaign (kampanye tentara perang salib)'.

"Kami sampaikan kepada negara-negara yang terlibat dalam 'crusader campaign', oleh Tuhan, Anda akan memiliki suatu hari, Insya Allah, seperti Prancis dan oleh Allah, seperti kita menyerang Prancis tepat di pusat permukiman. Maka dari itu, kami bersumpah bahwa kami akan menyerang Amerika di pusatnya, di Washington," tutur pria dalam video itu. (hri/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads