"Kapal induk Charles de Gaulle akan berangkat ke Mediterania Timur pada hari Kamis. Dengan kapasitas lebih banyak, tiga kali lipat," kata Francois Hollande di depan anggota parlemen di Versailles, Prancis seperti dilansir AFP, Selasa (17/11/2015).
Kapal unggulan dari Angkatan Laut Prancis ini akan menempuh perjalanan beberapa hari untuk mencapai Suriah atau Lebanon. Sedangkan untuk mencapai Mediterania Timur diperkirakan tiba bulan depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan total 38 pesawat ini diharapkan Prancis dapat meningkatkan operasinya di Suriah," ucap Hollande menyusul serangan mematikan di Paris pada Jumat (13/11) tengah malam lalu.
Hollande juga menambahkan akan melanjutkan serangan dalam minggu yang akan datang. "Tidak ada jeda dan tak akan ada gencatan sejata. Kami akan berperang melawan terorisme yang mengancam seluruh dunia," lanjutnya.
Sebelumnya, pada hari Minggu lalu pesawat-pesawat tempur Prancis telah melakukan serangan terhadap ibu kota de facto kelompok ISIS di Suriah, Raqa. Itu merupakan serangan udara pertama Prancis melawan ISIS setelah aksi teror kelompok itu di Paris.
Sebanyak 12 pesawat tempur, termasuk 10 pengebom, menjatuhkan 20 bom ke target.
"Target utama yang dihancurkan digunakan oleh ISIS sebagai pos komando, pusat perekrutan jihadis dan depot amunisi. Target kedua dipakai para teroris sebagai kamp pelatihan," tutur Menteri Pertahanan, Senin (15/11/2015). (yds/dra)










































