"Kita harus benar-benar menghancurkan IS (nama lain ISIS-red). Aksi-aksi barbar ini tak bisa dibiarkan. Jelas bahwa ISIS tak akan bernegosiasi," cetus Aboutaleb dalam wawancara di harian populer Algemeen Dagblad seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (16/11/2015).
Aboutaleb merupakan figur terkenal di Belanda. Pria berumur 54 tahun itu menjadi sorotan internasional setelah serangan terhadap kantor majalah satire Prancis, Charlie Hebdo pada Januari lalu. Dalam acara langsung yang disiarkan televisi ketika itu, dia mengatakan agar muslim yang tidak menyukai budaya Barat, hendaknya "mengemasi barang-barang mereka dan pergi."
Aboutaleb mengatakan, meski dirinya membela hak-hak perorangan untuk yakin pada apa yang mereka inginkan, namun ditegaskannya, tak seorang pun berhak untuk merusak demokrasi dan menggunakan kekerasan untuk memaksakan keyakinan mereka.
Aboutaleb pun menyerukan semua muslim moderat untuk "membuat suara Anda terdengar dan menolak semua kekerasan." Namun ditegaskannya, semua orang harus bekerja sama untuk mencari solusi, bukan hanya muslim.
Aboutaleb yang dilahirkan di Maroko, dipilih menjadi wali kota Rotterdam pada tahun 2009. Sikapnya yang blak-blakkan mendapat pujian dari pemerintah Amerika Serikat awal tahun ini, yang mengundangnya datang ke Gedung Putih dan Majelis Umum PBB guna bertemu para pemimpin global dalam membahas kemunculan kelompok ISIS. (ita/ita)











































