Tragedi Paris, Kanada Perketat Pemeriksaan Pengungsi Suriah

Teror Berdarah di Paris

Tragedi Paris, Kanada Perketat Pemeriksaan Pengungsi Suriah

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Senin, 16 Nov 2015 15:19 WIB
Tragedi Paris, Kanada Perketat Pemeriksaan Pengungsi Suriah
Foto: REUTERS/Alkis Konstantinidis
Antalya - Tragedi berdarah di Paris, Prancis pada Jumat (13/11) tengah malam berdampak pada penampungan imigran Suriah. Salah satunya yang terjadi di Kanada.

Perdana Menteri Kanada yang baru Justin Trudeau mengatakan akan meningkatkan prosedur penerimaan imigran Suriah untuk menmastikan tidak ada penyusup ISIS yang ikut masuk ke negaranya. Hingga tanggal 1 Januari 2016, Kanada akan menerima pengungsi Suriah.

Dilansir dari Reuters, Senin (16/11/2015), sejumlah politisi dari Eropa dan Amerika telah memperingatkan kepada negara-negara yang menerima pengungsi Suriah di negaranya. Menyusul serangan yang berlangsung di Paris, Prancis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trudeau mengatakan Kanada sangat senang menerima para pengungsi. Dan para pengungsi tersebut nantinya akan diberikan pelatihan di Kanada.

"Kanada sangat senang untuk menerima para pengungsi yang semakin lama semakin meningkat," kata Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau.

"Kami akan menerima sebanyak 25.000 pengungsi Suriah mulai sekarang hingga 1 Januari 2016," lanjutnya di depan para pemimpin dunia di KTT G-20 di Turki.

Perdebatan mengenai penerimaan pengungsi ini telah berlangsung panas di beberapa provinsi di Kanada. Terutama yang provinsinya memakai bahasa Prancis seperti di Quebec.

Quebec memiliki imigran asal Afrika Utara yang berjumlah besar. Tahun lalu, dua pemuda mualaf asal Quebec telah melancarkan aksinya di barak tentara di Montreal dan Parliament Hill di Ottawa dengan menewaskan dua orang.

Sebelumnya, Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) menyerukan kepada negara-negara Eropa untuk menampung sekitar 200 ribu pengungsi dan imigran kemanusiaan. "Kita menghadapi situasi yang luar biasa. Kita membutuhkan respons yang luar biasa juga," tutur Pemimpin Badan Pengungsi PBB atau UNHCR Antonio Guterres kepada wartawan di Jenewa, Swiss, seperti dilansir AFP, Sabtu (5/9/2015). (yds/mad)


Berita Terkait