Sejumlah saksi mata yang selamat melaporkan, saat itu konser sudah berjalan selama satu jam. Seperti konser band rock pada umumnya, atmosfer chaos tapi seru terasa. Beberapa lagu jagoan dari band asal California, Amerika Serikat, sudah dibawakan, salah satunya Save A Prayer.
Ironisnya, ketika sedang membawakan lagu Kiss The Devil yang merupakan lagu keenam yang mereka bawakan, datanglah tiga pria bersenjata yang mengubah suasana ceria jadi horor. Awalnya, tembakan itu dianggap bagian dari aksi kreatif konser. Namun ternyata, sebuah aksi pembantaian.
reuters |
Dikutip dari CNN, drumer band tersebut, Julian Dorio, mengatakan dia sudah mendengar tembakan ketika pertunjukan sedang berlangsung. Kemudian setelah itu seluruh anggota band menghentikan pertunjukan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah itu hampir seluruh personel mendengar suara tembakan. Kemudian pertunjukan berhenti dan kami tiarap," lanjutnya.
Saat itu, sekitar pukul 21.40 malam. Suasana Bataclan berubah layaknya medan perang. Mayat di mana-mana. Darah berlumuran di lantai. Dari foto yang dilansir Daily Mail, tampak situasi mengerikan tersebut. Sedikitnya ada puluhan jenazah di seluruh arena konser.
Di antara para penonton band rock tersebut, ada juga para disabilitas. Mereka ikut ditembaki sampai tewas. Mereka duduk di area yang paling depan.
Arena konser itu sebetulnya tidak terlalu besar, hanya berkapasitas 1.500 orang. Semua orang yang ada di lokasi ditembaki, tak ada yang bisa mereka perbuat selain berusaha melarikan diri. Korban yang ditembaki pun tak sampai jatuh ke lantai karena saking padatnya.
Pembantaian 2 Jam
Helen Wilson dari Amerika Serikat bercerita bagaimana suasana pembantaian tersebut. Senjata otomatis yang digunakan teroris menembaki para penonton konser selama 2 jam 40 menit.
"Mereka juga pergi ke ruangan di mana para penonton berkursi roda berada, dan mulai menembaki mereka," kata Helen.
Para penonton baru mulai merasa aman setelah pukul 00.30 dinihari. Seorang berbisik: "polisi sudah ada di sini". Berselang beberapa menit kemudian, polisi masuk dan beradu tembakan dengan teroris.
Akhirnya baku tembak berakhir pada pukul 01.00 dinihari. Para pelaku teror berhasil ditembak mati. "Ini sebuah kelegaan yang tidak bisa saya gambarkan," ucap salah seorang korban selamat. (mad/nrl)












































reuters