Usai Tragedi Paris, Inggris Akan Tambah Anggota Intelijen

Teror Berdarah di Paris

Usai Tragedi Paris, Inggris Akan Tambah Anggota Intelijen

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Senin, 16 Nov 2015 10:09 WIB
Usai Tragedi Paris, Inggris Akan Tambah Anggota Intelijen
Foto: Agung Pambudhy
London - Pemerintah Inggris akan merekrut 1.900 orang personel keamanan dan staf intelijen tambahan untuk melawan kekerasan teroris. Hal itu dilakukan menyusul serangan mematikan yang terjadi di Paris, Prancis, Jumat (13/11) tengah malam lalu.

Dilansir dari AFP, Senin (16/11/2015), langkah ini merupakan langkah terbesar Pemerintah Inggris sejak pemboman di Kota London pada 7 Juli 2005 silam. Perekrutan tersebut rencananya akan diumumkan oleh Perdana Menteri David Cameron.

"Saya bertekad untuk menambah sumber daya yang kita butuhkan untuk memerangi ancaman teroris. Karena tugas saya nomor satu sebagai perdana menteri adalah untuk melindungi orang-orang Inggris," kata David Cameron kepada surat kabar Guardian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini adalah perjuangan kita semua untuk melawan dan memerangi orang-orang yang akan menghancurkan kita dan nilai-nilai yang kita miliki," lanjutnya.

Rekrutmen ini bisa menambah 15 persen anggota staf badan intelijen MI5, MI6, dan GCHQ. Selain personel keamanan dan intelijen, petugas keamanan penerbangan juga akan dilakukan penambahan.

Para menteri dalam negeri dari Uni Eropa telah mengadakan pembicaraan mengenai masalah keamanan dunia di Brussels, Belgia. Serangan Paris ini juga menjadi pembicaraan dalam pertemuan tersebut yang telah menewaskan 132 orang di ruang pertunjukan dan stadion. (yds/ita)


Berita Terkait