Salah seorang pelaku teror Paris diketahui bernama Omar Ismail Mostefai dari identifikasi sidik jari. Pria 29 tahun tersebut diketahui sebagai warga negara Prancis yang diduga memiliki ketertarikan dalam paham radikal.
Seperti dilansir AFP, Minggu (15/11/2015), Mostefai lahir pada 21 November 1985 di Courcurnoness, sebuah kawasan miskin di pinggiran Paris. Mostefai juga diketahui memiliki kedekatan dengan paham radikal, namun belum pernah terhubung dalam aksi terorisme.
Dari catatan kriminal kepolisian, Mostefai diketahui pernah melakukan 8 kali aksi kejahatan ringan, namun belum pernah dipenjara. Satu sumber kepolisian mengatakan saat ini investigator sedang menyelidiki apakah tahun lalu Mostefai pernah mengunjungi Suriah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya jaksa Francois Molins mengatakan Mostefai diidentifikasi sebagai target utama aksi radikal pada tahun 2010. Namun sebelum aksi Jumat berdarah tersebut, pria ini belum pernah terlibat dalam investigasi organisasi teroris.
Mostefai, seorang warga negara Prancis, tewas meledakkan diri setelah menembakkan senjata secara membabi-buta di gedung pertunjukan Bataclan, Paris, pada Jumat (13/11) malam. Saat itu di gedung tersebut sedang ada konser grup metal Eagles of Death dari AS. Sebanyak 89 orang tewas di Bataclan. Sedangkan korban total tewas dalam serangan di sejumlah tempat di Paris sebanyak 129 orang. (rni/nrl)











































