Mostefai, Pembom Bunuh Diri Sudah Masuk Target Intelijen Sejak 2010

Teror Berdarah di Paris

Mostefai, Pembom Bunuh Diri Sudah Masuk Target Intelijen Sejak 2010

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 15 Nov 2015 10:59 WIB
Mostefai, Pembom Bunuh Diri Sudah Masuk Target Intelijen Sejak 2010
Foto: Reuters
Jakarta - Salah seorang pembom bunuh diri di gedung pertunjukan Bataclan, Paris, Prancis, telah berhasil diidentifikasi. Namanya Mostefai Ismaël Omar dan pernah tinggal di Suriah.

Dilansir media Prancis Le Monde, Minggu (15/11/2015), pria 29 tahun itu pernah tinggal di Suriah selama beberapa bulan, yakni pada musim dingin 2013-2014.

Investigator melacak catatan mobilitasnya. Mostefai pernah berkunjung ke Turki lewat pintu masuk istimewa untuk bergabung dengan teater Suriah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Jumat (13/11) kemarin, Mostefai adalah salah satu dari tiga pria yang muncul mengenakan kaos polo hitam dan mengacaukan Bataclan. Dia bersenjatakan senapan Kalashnikov dan mengenakan rompi peledak.

Mereka menembak membabi buta saat berlangsung konser di tempat itu, serta mengambil sandera dari pengunjung yang berkumpul. Sebelum meledakkan diri di arena konser 11th Arrondissement itu, dia membangkitkan Suriah dan Irak saat berbincang singkat dengan polisi. Mereka akan membunuh sekitar 89 orang dan banyak yang terluka.

Mostefai Ismaël alias Ishmael Mostefai diketahui identitasnya lewat potongan jarinya yang terkoyak ledakan. Potongan jari itu ditemukan tim investigasi. Diketahui, Mostefai lahir di pinggiran Paris pada 21 November 1985.

Dia merupakan ayah muda keturunan Aljazair, punya dua saudara dan dua saudari. Salah seorang saudaranya punya usaha shisha di Chartres.

Mostefai sudah dikenal polisi karena reputasinya. Dia delapan kali dihukum karena kejahatan umum dari 2004 sampai 2010. Dia juga selalu lolos dari upaya penahanan.

Pria ini telah masuk radar badan intelijen sejak 2010, dikenakan cap 'plug S', yang artinya masuk kategori perihal 'keamanan nasional' karena diduga terkait radikalisasi Islamis.

"Namun dia tak pernah terlibat serangkaian catatan asosiasi kriminal dalam kaitan dengan kelompok teroris," kata jaksa di Paris, Francois Molins.

(dnu/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads