Hillary Clinton: Kita Tidak Berperang dengan Islam, Tapi dengan Ekstremis

Teror Berdarah di Paris

Hillary Clinton: Kita Tidak Berperang dengan Islam, Tapi dengan Ekstremis

Rini Friastuti - detikNews
Minggu, 15 Nov 2015 10:38 WIB
Hillary Clinton: Kita Tidak Berperang dengan Islam, Tapi dengan Ekstremis
Foto: Brian Snyder/REUTERS
Jakarta - Teror dan pengeboman yang merenggut 129 jiwa di Paris, Prancis mendapat kecaman keras dari seluruh dunia. Kandidat Presiden AS dari partai Demokrat, Hillary Clinton meminta seluruh pihak bersatu untuk melakukan perlawanan terhadap paham radikal yang mengaku bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

"Semua pihak di seluruh dunia harus memiliki tekad utuk bersama-sama membasmi jenis ideologi jihad radikal yang memotivasi organisasi seperti ISIS," ujar Hillary dalam pidato debatnya di stasiun televisi CBS di Des Moines, Iowa seperti dilansir AFP, Minggu (15/11/2015).

Debat Calon Presiden tersebut dilakukan pada Sabtu (14/11). Sebelum debat, para kandidat presiden ini mengheningkan cipta terlebih dahulu untuk menyatakan rasa duka cita atas teror penyerangan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hal ini tak dapat dibiarkan begitu saja, harus segera dilenyapkan," jelas Hillary.

Walaupun begitu Hillary menekankan teror tersebut terjadi karena sebuah kelompok dan bukan tanggung jawab Islam. "Kita tidak berperang dengan Islam, namun berperang dengan grup ekstrimis garis keras," kata Hillary.

Kandidat lainnya yaitu senator Bernie Sanders dan mantan Gubernur Maryland Martin O'Malley juga mengatakan penting bagi seluruh pihak di dunia untuk melenyapkan ISIS dan terornya.

"Amerika dalam situasi siap untuk melakukan perlawanan terhadap kejahatan di dunia ini," kata O'Malley.

Sebelumnya Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan kekerasan itu terorganisasi oleh ISIS secara lintas negara, dengan bantuan internal. "Dihadapkan dengan perang, negara ini harus mengambil langkah yang diperlukan," kata Hollande, Jumat (14/11).

Serangan Jumat malam itu terjadi di stadion, gedung konser, serta sejumlah kafe dan restoran di utara dan timur Paris. Hollande menyatakan ada bantuan dari dalam Prancis yang ikut berperan dalam peristiwa berdarah itu.

"Sebuah aksi peperangan yang dilakukan Daesh (nama Arab dari ISIS) yang telah disiapkan, diorganisasikan, dan direncanakan dari luar (Prancis) dengan bantuan dari dalam Prancis," kata Hollande.

(rni/erd)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads