Sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (15/11/2105), ISIS menyatakan serangan Jumat (13/11) malam itu dirancang untuk menunjukkan Prancis tetap dalam kondisi bahaya selama Prancis masih menerapkan kebijakannya. Itu adalah pernyataan ISIS.
"Untuk mengajari Prancis dan semua bangsa yang mengikuti jalannya, bahwa mereka akan tetap menjadi target utama dalam daftar target ISIS, dan aroma kematian tak akan meninggalkan hidung-hidung mereka selama mereka ikut serta dalam perang salib mereka," kata kelompok itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan Jumat malam itu terjadi di stadion, gedung konser, serta sejumlah kafe dan restoran di utara dan timur Paris. Hollande menyatakan ada bantuan dari dalam Prancis yang ikut berperan dalam peristiwa berdarah itu.
"Sebuah aksi peperangan yang dilakukan Daesh (nama Arab dari ISIS) yang telah disiapkan, diorganisasikan, dan direncanakan dari luar (Prancis) dengan bantuan dari dalam Prancis," kata Holande.
(dnu/dhn)











































