Tragedi Berdarah di Paris, ISIS: Prancis Tetap Jadi Target Utama

Teror Berdarah di Paris

Tragedi Berdarah di Paris, ISIS: Prancis Tetap Jadi Target Utama

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 15 Nov 2015 05:03 WIB
Tragedi Berdarah di Paris, ISIS: Prancis Tetap Jadi Target Utama
Foto: AFP
Jakarta - ISIS, kelompok biadab yang mengatasnamakan agama, masih saja mengancam meski telah mengklaim berada di balik serangan yang menewaskan ratusan orang di Paris. ISIS masih mematok Prancis sebagai target utama.

Sebagaimana dilansir Reuters, Minggu (15/11/2105), ISIS menyatakan serangan Jumat (13/11) malam itu dirancang untuk menunjukkan Prancis tetap dalam kondisi bahaya selama Prancis masih menerapkan kebijakannya. Itu adalah pernyataan ISIS.

"Untuk mengajari Prancis dan semua bangsa yang mengikuti jalannya, bahwa mereka akan tetap menjadi target utama dalam daftar target ISIS, dan aroma kematian tak akan meninggalkan hidung-hidung mereka selama mereka ikut serta dalam perang salib mereka," kata kelompok itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan kekerasan itu terorganisasi oleh ISIS secara lintas negara, dengan bantuan internal. "Dihadapkan dengan perang, negara ini harus mengambil langkah yang diperlukan," kata Hollande tanpa menjelaskan apa yang dia maksud.

Serangan Jumat malam itu terjadi di stadion, gedung konser, serta sejumlah kafe dan restoran di utara dan timur Paris. Hollande menyatakan ada bantuan dari dalam Prancis yang ikut berperan dalam peristiwa berdarah itu.

"Sebuah aksi peperangan yang dilakukan Daesh (nama Arab dari ISIS) yang telah disiapkan, diorganisasikan, dan direncanakan dari luar (Prancis) dengan bantuan dari dalam Prancis," kata Holande.

(dnu/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads