Ini Sejumlah Peristiwa Teror di Paris Sejak Pembantaian Charlie Hebdo

Teror Berdarah di Paris

Ini Sejumlah Peristiwa Teror di Paris Sejak Pembantaian Charlie Hebdo

Yulida Medistiara - detikNews
Minggu, 15 Nov 2015 04:31 WIB
Ini Sejumlah Peristiwa Teror di Paris Sejak Pembantaian Charlie Hebdo
Foto: Istimewa/Reuters
Paris - Beberapa serangan bom dan senjata yang diluncurkan para pelaku teror di Paris, Prancis Jumat (13/11) menewaskan 153 jiwa. Dalam kejadian itu, ISIS mengklaim sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Sebelumnya Presiden Prancis Francois Holande memang mencurigai ISIS sebagai dalang dari serangan tersebut. Pada tahun 2015, terdapat beberapa aksi teror sejak penyerangan berdarah di kantor media Charlie Hebdo, berikut diantaranya seperti dikutip AFP, Minggu (15/11/2015).

- 7-9 Januari, dua orang pria bersenjata dengan senapan Kalashnikov AK-47 menyerang kantor media mingguan, Charlie Hebdo. Penyerangan itu berdasarkan adanya karikatur satir Islam dan agama lainnya di dalam kantor redaksi tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebanyak dua belas orang tewas termasuk delapan kartunis dan wartawan, serta dua orang petugas polisi sebelum melarikan diri. Sehari setelah kejadian itu, seorang polisi ditemukan tewas di luar Paris ketika sedang menginvestigasi berkaitan dengan serangan di Charlie Hebdo.

Seorang pria bersenjata melakukan penyanderaan di sebuah supermarket Yahudi, empat diantaranya tewas. Penyerang dan penyandera atas serangan Charlie Hebdo tewas ditembak polisi secara terpisah.

- 3 Februari, tiga tentara penjaga sebuah pusat komunitas Yahudi di Nice, Riviera, Prancis diserang seorang pria bersenjata pisau. Moussa Coulibaly (30) dalang insiden itu ditangkap di pinggir kota Paris. Ia mengekspresikan kebenciannya untuk negara Prancis, polisi, militer, dan Yahudi.

- 19 April, seorang mahasiswa IT Aljazair, Sid Ahmed Ghlam ditangkap di Paris karena dicurigai membunuh seorang wanita yang ditemukan ditembak mati di kursi mobilnya. Tidak hanya itu, ia juga ditangkap atas serangan berencana di sebuah gereja di pinggiran Paris Villejuif.

Jaksa mengatakan, pihaknya menemukan dokumen terkait Al-Qaeda dan Negara Islam di rumahnya. Ia juga dicurigai berkaitan dengan aksi serangan di gereja Syria yang erat berkaitan dengan jihad.

- 26 Juni, Yassin Salhi (35) membunuh dan memenggal kepala bosnya Herve Cornara, serta menampakkan potongan kepala tersebut di pagar pabrik gas. Ia mencoba untuk meledakkan pabrik di Saint Quentin Fallavier di wilayah tenggara Prancis, namun aksi itu gagal dan ia ditangkap.

- 13 Juli, empat orang remaja berusia 16-23 tahun, termasuk seorang remaja ditangkap dengan tuduhan serangan berencana di kamp militer. Rencana itu berisi untuk memenggal kepala seorang petugas atas nama jihad. Mereka menyebutkan dirinya telah setia kepada negara Islam.Β  Β 

- 21 Agustus, dua prajurit AS bersama rekannya mencegah terjadinya insiden pertumpahan darah di kereta Thalys berkecepatan tinggi dari Amsterdam ke Paris. Dua prajurit itu mencoba menghalangi pria yang menembaki penumpang.

Pria itu membawa senapan Kalashnikov, pistol otomatis, dan pisau. Pelaku diindentifikasi beridentitas Ayoub El Khazzani (25) warga Maroko yang dicurigai memiliki keterkaitan dengan Islam radikal.

- 10 November, otoritas Prancis mengatakan pihaknya telah menahan seorang pria (25) yang memiliki keterkaitan dengan ISIS di Syiria yang menyerang personel militer di sebuah pangkalan angkatan laut. Badan intelijen setempat memantau bahwa pria itu mencoba mencuri beberapa bahan untuk melakukan serangan di Toulon, Prancis tenggara. (dhn/dhn)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads