"Kami mengonfirmasi bahwa pemegang paspor Suriah itu berasal dari pulau di Yunani yaitu Leros pada 3 Oktober di mana dia telah registrasi di bawah aturan Uni Eropa," ucap sebuah pernyataan dari Nikos Toskas, menteri perlindungan warga negara Yunani, seperti dilansir AFP, Minggu (15/11/2015).
Sebelumnya kepolisian Prancis mengatakan dokumen itu ditemukan 'di dekat mayat pelaku penembakan' di gedung Bataclan. Hal itu disebutkan saat investigasi di lokasi tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, otoritas Prancis menyatakan adanya penemuan paspor WN Suriah ditemukan di dekat mayat salah seorang pelaku penyerangan. Pernyataan itu diungkapkan salah seorang sumber yang dekat dengan tim investigasi seperti dilansir Reuters, Sabtu (14/11/2015).
Polisi Prancis sendiri telah menyatakan bahwa 8 pelaku penyerangan brutal di Paris telah tewas. Satu orang ditembak mati, dan tujuh orang lainnya melakukan aksi bom bunuh diri.
Kabar terbaru, pihak ISIS mengklaim bertanggung jawab atas penembakan brutal dan ledakan di Prancis. ISIS menyebut Prancis bersalah atas serangan pesawat tempur ke wilayah-wilayah yang dikuasai mereka.
Sementara itu, informasi mengenai paspor Suriah itu juga disampaikan polisi seperti dilansir AFP, Sabtu (14/11/2015).
"Polisi: paspor Suriah telah ditemukan di dekat tubuh salah satu penyerang di Paris," begitulah informasi yang disampaikan. (dhn/dhn)











































