Meskipun G 20 biasanya berfokus pada isu-isu ekonomi, Erdogan berharap isu ketidakamanan di Timur Tengah serta keamanan global jadi agenda. Ini terkait teror penembakan dan ledakan di Paris, Prancis pada Jumat (13/11) malam yang menewaskan lebih dari 120 orang.
"Kita sekarang pada titik dimana kata akhir dalam memerangi terorisme. Kita sekarang pada tahap dimana ini (perang melawan teroris) harus diletakkan di garis depan," kata Erdogan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Erdogan juga menyampaikan kesedihan atas teror di Paris. "Terorisme tidak memiliki kewarganegaraan atau agama. Semua terorisme buruk. Kita semua harus mengesampingkan perasaan bahwa teroris kami buru dan teroris Anda baik," ucapnya.
Perdana Menteri Turki Ahmed Davutoglu juga menyatakan hal senada. "Serangan (di Paris) ini tidak hanya terhadap orang-orang Prancis, tapi juga seluruh umat manusia, demokrasi, kebebasan dan nilai-nilai universal," ucapnya.
"Turki akan bekerjasama penuh dengan Prancis dan negara-negara sekutu lainnya dalam memerangi terorisme... dan kami akan berjuang dengan tekad penuh," sambungnya. (bar/dnu)











































