"Kami akan meninjau rencana kami dan kita pastikan kita belajar pelajaran yang sesuai. Mereka (ISIS) telah merencanakan dan mengkordinasikan atas serangan Paris," ujar PM Inggris David Cameron setelah rapat darurat karbinet di Downing Street, Inggris seperti dilansir AFP, Sabtu (14/11/2015).
Cameron memperkirakan akan adanya penambahan korban warga Inggris atas serangan ISIS di Paris. Dia akan tetap menetapkan level keamanan tertinggi 'paling parah' sebagai ancaman untuk Inggris lantaran ancaman ISIS itu telah berkembang, maka Inggris akan mempersiapkan diri. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami akan melipatgandakan usaha kita untuk menghapus desas-desus dan ideologi ekstrem ini," lanjut Cameron.
Inggris pernah melakukan simulasi terbesar dalam menghadapi aksi teroris pada bulan Juni. Dalam simulasi itu melibatkan 1.000 petugas polisi, pasukan khusus, ambulans, dan pemadam kebakaran. Simulasi itu dinamakan 'marauding terroris attack' atau 'perampokan serangan teroris'.
Atas serangan teror di Paris, David mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Prancis Francois Hollande. Ia menyebut bahwa Inggris akan membantu Prancis sebagai bentuk solidaritas.
David mengatakan, Inggris akan membantu sebisa mungkin atas kejadian itu. Pernyataan tersebut ada dalam cuitannya di akun Twitter-nya @David_Cameron.
"I have spoken to Francois Hollande. I expressed our solidarity with France and said we will do whatever we can to help." tulis Cameron di akun Twitternya.
(dhn/dhn)











































