"Saya ingin menyampaikan belasungkawa kami kepada pemerintah dan rakyat Prancis atas serangan teroris keji yang terjadi kemarin (13/11), yang merupakan pelanggaran dan bertentangan dengan seluruh etika, moral dan agama," ucap Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir seperti dilansir AFP, Sabtu (14/11/2015).
"Kerajaan Arab Saudi sejak lama menyerukan peningkatan upaya internasional dalam memerangi momok terorisme dalam segala bentuk," tegasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ada perbedaan kubu yang cukup mendalam dalam konflik Suriah, yakni antara Iran dan Rusia dengan kubu negara Barat dan negara-negara Arab. Diyakini negara-negara Barat dan Arab bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad harus lengser untuk mewujudkan penyelesaikan konflik di Suriah. Keyakinan itu ditentang oleh kubu Iran dan Rusia yang mendukung rezim Assad.
Kendati demikian, secara terpisah, Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan kecamannya dan menyebut serangan teror di Paris ini sebagai 'kejahatan terhadap kemanusiaan'.
"Atas nama warga Iran, yang juga menjadi korban terorisme, saya sangat mengutuk kejahatan melawan kemanusiaan ini dan menyampaikan belasungkawa pada warga dan pemerintah Prancis yang berduka," ucap Rouhani. (nvc/mpr)











































