Arab Saudi Sebut Teror Paris sebagai Pelanggaran Seluruh Agama

Tembakan dan Ledakan di Paris

Arab Saudi Sebut Teror Paris sebagai Pelanggaran Seluruh Agama

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2015 18:39 WIB
Arab Saudi Sebut Teror Paris sebagai Pelanggaran Seluruh Agama
Foto: REUTERS/Benoit Tessier
Wina - Otoritas Arab Saudi ikut mengecam serangan teror di Paris, Prancis. Saudi menyebut serangan itu sebagai pelanggaran terhadap seluruh agama dan menekankan perlunya peningkatan upaya pemberantasan terorisme.

"Saya ingin menyampaikan belasungkawa kami kepada pemerintah dan rakyat Prancis atas serangan teroris keji yang terjadi kemarin (13/11), yang merupakan pelanggaran dan bertentangan dengan seluruh etika, moral dan agama," ucap Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Adel al-Jubeir seperti dilansir AFP, Sabtu (14/11/2015).

"Kerajaan Arab Saudi sejak lama menyerukan peningkatan upaya internasional dalam memerangi momok terorisme dalam segala bentuk," tegasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan ini disampaikan al-Jubeir kepada wartawan di sela-sela perundingan soal Suriah di Wina, Austria. Sedikitnya 20 negara dan organisasi internasional, kecuali perwakilan Suriah, berkumpul untuk membahas solusi penyelesaikan konflik sipil yang sudah berlangsung nyaris 5 tahun di negara itu.

Namun ada perbedaan kubu yang cukup mendalam dalam konflik Suriah, yakni antara Iran dan Rusia dengan kubu negara Barat dan negara-negara Arab. Diyakini negara-negara Barat dan Arab bahwa rezim Presiden Bashar al-Assad harus lengser untuk mewujudkan penyelesaikan konflik di Suriah. Keyakinan itu ditentang oleh kubu Iran dan Rusia yang mendukung rezim Assad.

Kendati demikian, secara terpisah, Presiden Iran Hassan Rouhani menyatakan kecamannya dan menyebut serangan teror di Paris ini sebagai 'kejahatan terhadap kemanusiaan'.

"Atas nama warga Iran, yang juga menjadi korban terorisme, saya sangat mengutuk kejahatan melawan kemanusiaan ini dan menyampaikan belasungkawa pada warga dan pemerintah Prancis yang berduka," ucap Rouhani. (nvc/mpr)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads