Melalui sayap media asing Al-Hayat Media Centre seperti dilansir Reuters, Sabtu (14/11/2015), ISIS melontarkan ancaman untuk terus menyerang Prancis jika pengeboman terhadap militannya di Suriah terus berlanjut. Tidak diketahui pasti kapan video ini direkam. Tidak bisa dipastikan apakah video ini baru atau lama.
"Selama kalian tetap mengebom, kalian tidak akan hidup dalam damai. Bahkan kalian akan takut untuk pergi ke pasar," ucap seorang militan berjenggot dalam video itu, dengan bahasa Arab.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tentu kalian diperintahkan untuk melawan orang kafir di mana saja kalian menemukannya -- apa yang kalian tunggu? Ada senjata dan mobil tersedia dan target yang siap diserang," ujar militan itu.
"Setiap racun tersedia, jadi racuni air dan makanan milik setidaknya satu musuh Allah," tandasnya.
Video ini tidak menyebut secara langsung bahwa ISIS bertanggung jawab atas serangan teror yang menewaskan 153 orang pada Jumat (13/11) malam. Sebelumnya, para pendukung dan simpatisan ISIS sibuk merayakan serangan teror itu lewat media sosial.
Otoritas Prancis sendiri belum secara resmi merilis identitas para pelaku yang mendalangi serangan ini. Dugaan keterlibatan kelompok militan tertentu juga belum diungkapkan ke publik. Hanya disebut bahwa ada delapan pelaku yang tewas, termasuk tujuh pelaku diantaranya meledakkan diri mereka saat hendak diserbu polisi setempat. (nvc/try)











































