Sehari Usai Serangan Teror, ISIS Rilis Video Mengancam Prancis

Tembakan dan Ledakan di Paris

Sehari Usai Serangan Teror, ISIS Rilis Video Mengancam Prancis

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2015 17:54 WIB
Sehari Usai Serangan Teror, ISIS Rilis Video Mengancam Prancis
Foto: REUTERS/Philippe Wojazer
Paris - Militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) merilis video propaganda selang sehari setelah serangan teror di Paris, Prancis. Video ini menyerukan umat muslim di Prancis untuk melancarkan serangan teror.

Melalui sayap media asing Al-Hayat Media Centre seperti dilansir Reuters, Sabtu (14/11/2015), ISIS melontarkan ancaman untuk terus menyerang Prancis jika pengeboman terhadap militannya di Suriah terus berlanjut. Tidak diketahui pasti kapan video ini direkam. Tidak bisa dipastikan apakah video ini baru atau lama.

"Selama kalian tetap mengebom, kalian tidak akan hidup dalam damai. Bahkan kalian akan takut untuk pergi ke pasar," ucap seorang militan berjenggot dalam video itu, dengan bahasa Arab.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terlihat beberapa militan lainnya mendampingi militan itu. Dalam video itu, diserukan juga kepada warga muslim di Prancis yang tidak mampu pergi berjihad langsung ke Suriah untuk melakukan serangan di Prancis.

"Tentu kalian diperintahkan untuk melawan orang kafir di mana saja kalian menemukannya -- apa yang kalian tunggu? Ada senjata dan mobil tersedia dan target yang siap diserang," ujar militan itu.

"Setiap racun tersedia, jadi racuni air dan makanan milik setidaknya satu musuh Allah," tandasnya.

Video ini tidak menyebut secara langsung bahwa ISIS bertanggung jawab atas serangan teror yang menewaskan 153 orang pada Jumat (13/11) malam. Sebelumnya, para pendukung dan simpatisan ISIS sibuk merayakan serangan teror itu lewat media sosial.

Otoritas Prancis sendiri belum secara resmi merilis identitas para pelaku yang mendalangi serangan ini. Dugaan keterlibatan kelompok militan tertentu juga belum diungkapkan ke publik. Hanya disebut bahwa ada delapan pelaku yang tewas, termasuk tujuh pelaku diantaranya meledakkan diri mereka saat hendak diserbu polisi setempat. (nvc/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads