Melihat Rumitnya Serangan dan Pemilihan Waktu, Kecurigaan Mengarah ke ISIS

Tembakan dan Ledakan di Paris

Melihat Rumitnya Serangan dan Pemilihan Waktu, Kecurigaan Mengarah ke ISIS

Novi Christiastuti - detikNews
Sabtu, 14 Nov 2015 16:20 WIB
Melihat Rumitnya Serangan dan Pemilihan Waktu, Kecurigaan Mengarah ke ISIS
Foto: REUTERS/Philippe Wojazer
Paris - Kelompok yang mendalangi berbagai serangan teror di Paris, Prancis masih gelap. Berbagai spekulasi yang muncul mengarahkan dugaan pada keterlibatan militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

"Melihat tingkat kerumitan dan pemilihan waktu serangan, semua mengarah ke Daulah Islamiyah (nama lain ISIS)," tutur pakar kawasan Timur Tengah dari National Security College pada Australian National University, Rodger Shanahan, seperti dilansir Bloomberg, Sabtu (14/11/2015).

Menurut Shanahan, serangan ini memiliki perencanaan dan target serangan yang matang. Ditambah, berbagai situasi terkini yang diduga kuat melatarbelakangi serangan teror ini semakin memperkuat dugaan keterlibatan ISIS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Situasi yang dimaksud ialah aktivitas pesawat tempur Prancis yang terus melancarkan serangan udara di Suriah sebagai bagian dari operasi militer Amerika Serikat dan koalisi terhadap militan ISIS. Kemudian juga pengumuman Presiden Francois Hollande soal penempatan kapal induk Chales de Gaulle di Teluk Persia, pada 5 November lalu, untuk membantu serangan udara terhadap ISIS di Suriah.

Yang terbaru ialah kabar kematian anggota ternama ISIS Jihadi John atau Mohammed Emwazi dalam serangan udara AS di Suriah. Jihadi John yang banyak muncul dalam video pemenggalan ISIS dikenal sebagai salah satu tokoh penting kelompok radikal tersebut.

Dengan adanya hal-hal tersebut, sebut Shanahan, tentu menjadikan ISIS sebagai salah satu fokus utama para penyelidik Prancis.

Secara terpisah, seorang pejabat antiterorisme AS menuturkan kepada CNN, bahwa bentuk serangan di Paris ini menyerupai taktik yang pernah digunakan sejumlah kelompok teror lainnya -- termasuk Al-Qaeda yang fokus pada banyak korban jiwa dan serangan yang dilakukan secara terang-terangan, yang semakin mendekati ciri khas ISIS dan pengikutnya.

Dua pejabat antiterorisme AS lainnya menyebut, kecurigaan mengarah pada pelaku jihad yang baru kembali dari Suriah dan Irak, markas ISIS.

(nvc/try)


Berita Terkait