Band Eagle of Death Metal baru saja tampil sekitar 1 jam ketika konser mereka berubah menjadi panggung teror. Tembakan, teriakan kepanikan, hingga ratusan orang yang berusaha menyelamatkan diri.
Salah satu penonton, Toon yang datang bersama dua orang temannya melihat tiga orang pria yang memakai baju serba hitam dan membawa senjata api. Dia melihat orang-orang ditembak di kaki, pundak, dan punggung. Beberapa di antara mereka tergeletak di lantai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, seorang wanita bernama Amelie menceritakan kisah horor yang dia lihat saat di dalam Bataclan. Peluru di kepala, darah berceceran, serta jasad tergeletak di mana-mana.
"Saat ini, semuanya terasa seperti tidak nyata. Itu seperti mimpi buruk," kata Amelie kepada stasiun televisi Prancis, Le Parisien TV.
Amelie dan rekannya ketika itu berada di sisi kanan panggung. Dia mendengar suara tembakan dan kemudian berpaling.
"Kami mengira itu adalah kembang api. Namun itu ternyata pria-pria yang menembak ke segala arah sehingga kami tiarap di lantai dan merayap ke arah panggung," ujar perempuan berusia 35 tahun ini.
Amelie dan serombongan penonton lainnya naik ke sisi kanan panggung dan bersembunyi selama 2 jam di dalam ruangan. Sebanyak 25 orang itu meringkuk sambil mendengar rentetan tembakan dan ledakan.
"Orang-orang berteriak seakan mereka sedang disiksa," ungkapnya.
Sampai akhirnya, para penonton yang bersembunyi itu diselamatkan oleh polisi bersenjata. Penonton yang terluka diminta keluar terlebih dahulu. Saat itulah Amelie tak sanggup berkata-kata setelah melihat kondisi di dalam gedung konser.
"Saat kami keluar, gedung konser itu terlihat seperti rumah jagal," tutup Amelie.
(imk/ndr)










































