"Suara ini akan dianalisis lebih lanjut dengan peralatan khusus yang tidak dimiliki kebanyakan negara," ucap Menteri Penerbangan Sipil Mesir, Hossam Kamal, kepada surat kabar Al-Ahram dan dilansir AFP, Jumat (13/11/2015).
"Tujuh menit terakhir pada rekaman kota hitam akan dikirimkan ke salah satu negara yang memproduksi pesawat itu dan memiliki peralatan khusus untuk menganalisis suara ini dan penyebabnya. Rekaman yang asli tidak akan dikirim," imbuhnya.
Pesawat milik maskapai Metrojet yang jatuh di Sinai Utara, pada 31 Oktober lalu, merupakan jenis Airbus A-321. Dengan demikian, pesawat itu dibuat di Jerman, namun desain kerangkanya dibuat di Prancis dan mesinnya dirakit di Amerika Serikat.
Negara-negara tersebut telah dilibatkan dalam penyelidikan yang dipimpin Mesir. Sejauh ini, tim penyidik belum secara resmi merilis dugaan penyebab jatuhnya pesawat yang membawa 224 penumpang dan awak tersebut.
"Penyelidikan masih belum mencapai kesimpulan soal penyebab insiden, dan seluruh skenario masih terbuka," tegas Kamal.
Negara-negara Barat seperti AS, Inggris dan Israel meyakini bahwa pesawat itu jatuh karena bom yang diselundupkan oleh seseorang di Bandara Sharm el-Sheikh. Dugaan kuat mengarah kepada militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan afiliasinya di Sinai. (nvc/ndr)











































