Diberitakan AFP, Jumat (13/11/2015), korban luka dalam ledakan ini mencapai 200 orang. Menteri Kesehatan Wael Abou Faour, mengatakan banyak korban mengalami cedera serius.
Pihak militer menyebutkan telah menemukan tubuh pelaku pemboman. Pelaku ini disebut sebagai 'orang ketiga' setelah diketahui pelaku gagal meledakkan dirinya. Ini merupakan serangan yang paling mematikan bagi kelompok Hizbullah setelah kelompok itu menyatakan dukungannya kepada Presiden Suriah, Bashar al-Assad.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Stasiun televisi lokal memperlihatkan gambar orang yang terluka dibawa oleh layanan darurat dan warga sipil.
"Saya baru saja tiba di toko-toko ketika ledakan itu selesai. Saya membawa empat mayat dengan tangan saya sendiri, tiga wanita dan seorang pria, seorang teman saya," ujar seorang saksi mata. (tfq/fdn)











































