Mantan Duta Besar Iran untuk Libanon, Ghazanfar Roknabadi, tengah menunaikan ibadah haji ketika tragedi Mina terjadi pada 24 September lalu. Sejauh ini dilaporkan sedikitnya 2.236 orang tewas dalam tragedi haji terburuk di Saudi itu.
Dari jumlah tersebut, tercatat sedikitnya ada 464 jemaah haji asal Iran. Roknabadi (49) yang menghilang usai tragedi itu dikhawatirkan ikut tewas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Intelijen kami mengindikasikan bahwa dia masih hidup dan kami meminta Arab Saudi untuk memulangkannya dalam keadaan hidup," tutur Abdollahian kepada televisi setempat, Al-Mayadeen.
Dalam beberapa minggu terakhir, media-media Iran berspekulasi bahwa Roknabadi disandera di suatu lokasi. Hingga tahun lalu, Roknabadi menjadi utusan Iran untuk Libanon, pos diplomatik yang sangat sensitif. Libanon merupakan markas kelompok Syiah, Hizbullah yang didukung Iran dan bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad dalam konflik Suriah.
Iran yang didominasi Syiah dan Saudi yang didominasi Sunni sudah sejak lama memiliki hubungan yang tidak akur. Kedua negara mendukung pihak yang berlawanan dalam konflik Suriah, begitu juga dalam konflik di Yaman.
Ketika dilaporkan menghilang, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Marzieh Afkham sebelumnya membantah laporan media Saudi bahwa Roknabadi pergi ke Saudi dengan identitas palsu. "Dia masuk dengan paspor normal untuk menunaikan ibadah haji," tegasnya.
Sejauh ini, otoritas Iran telah memulangkan nyaris seluruh warganya yang menjadi korban tragedi Mina. Namun sekitar 15 orang masih dinyatakan hilang. (nvc/ita)











































