Botol kaca termasuk yang dibarter oleh orang Makassar pada Aborigin (Foto: Nograhany WK) |
"Bahasa, satu atau dua contoh, beberapa kasus, 500-an kata bisa dilacak balik. Macassan bekerja dengan komunitas Aborigin sehari-harinya, sehingga mereka berusaha untuk saling mengerti," tutur Dr Steven Farram, dosen sejarah North Australia dan ASEAN dari Charles Darwin University (CDU).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin mengerti 1 atau 2 kata namun sekarang sudah berubah seiring waktu. Tapi kata aslinya didapati kala kontak dengan orang Macassan kala itu," imbuh Steven di Indonesian Garden di kampus tempatnya mengajar, September 2015 lalu.
Satu-dua kata bahasa orang Makassar yang masih dipakai dan bertahan hingga sekarang, adalah kata "Balanda" yang menggambarkan orang-orang Eropa.
Dr Steven Farram (Foto: Nograhany WK) |
"Seperti di utara Arnhem Land di NT, orang Aborigin memanggil orang Eropa itu 'Balanda', itu diserap dari 'orang Belanda'. Jadi itu kata lokal mereka (untuk orang Eropa)," papar Steven.
Satu kata lagi, seperti kata "Rupiah" yang berarti uang.
"Hal yang menarik lainnya, kata 'rupiah' untuk 'uang'. Di Arnhem Land orang bicara tentang uang itu adalah 'rupiah'. Jadi kata 'rupiah' di bahasa Indonesia itu dari orang Makassar," tuturnya.
Baca terus fokus Jelajah Australia, dan ikuti Hidden Quiz-nya!
Halaman 2 dari 1











































Botol kaca termasuk yang dibarter oleh orang Makassar pada Aborigin (Foto: Nograhany WK)
Dr Steven Farram (Foto: Nograhany WK)