137 Tahun Barter Teripang dengan Aborigin, Orang Makassar Wariskan 500-an Kata

Jelajah Australia

137 Tahun Barter Teripang dengan Aborigin, Orang Makassar Wariskan 500-an Kata

Nograhany Widhi K - detikNews
Kamis, 12 Nov 2015 12:24 WIB
137 Tahun Barter Teripang dengan Aborigin, Orang Makassar Wariskan 500-an Kata
Lukisan orang Aborigin yang menceritakan kedatangan orang Makassar (Foto: Nograhany WK)
Darwin - Sejak tahun 1770 hingga tahun 1907 orang-orang Makassar mencari teripang di wilayah orang Aborigin dan melakukan barter. Orang Makassar tak cuma meninggalkan barang ke suku Aborigin, tapi juga bahasa.

Botol kaca termasuk yang dibarter oleh orang Makassar pada Aborigin (Foto: Nograhany WK)


"Bahasa, satu atau dua contoh, beberapa kasus, 500-an kata bisa dilacak balik. Macassan bekerja dengan komunitas Aborigin sehari-harinya, sehingga mereka berusaha untuk saling mengerti," tutur Dr Steven Farram, dosen sejarah North Australia dan ASEAN dari Charles Darwin University (CDU).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Diwawancara oleh 2 media Indonesia, termasuk detikcom yang ke Australia atas undangan Australia Plus ABC International, Steven menambahkan sampai saat ini generasi muda Aborigin masih memakai satu-dua kata warisan orang Makassar. Generasi muda Abrogin mungkin kini hanya mengerti sedikit kata warisan orang Makassar.

"Mungkin mengerti 1 atau 2 kata namun sekarang sudah berubah seiring waktu. Tapi kata aslinya didapati kala kontak dengan orang Macassan kala itu," imbuh Steven di Indonesian Garden di kampus tempatnya mengajar, September 2015 lalu.

Satu-dua kata bahasa orang Makassar yang masih dipakai dan bertahan hingga sekarang, adalah kata "Balanda" yang menggambarkan orang-orang Eropa.

Dr Steven Farram (Foto: Nograhany WK)


"Seperti di utara Arnhem Land di NT, orang Aborigin memanggil orang Eropa itu 'Balanda', itu diserap dari 'orang Belanda'. Jadi itu kata lokal mereka (untuk orang Eropa)," papar Steven.

Satu kata lagi, seperti kata "Rupiah" yang berarti uang.

"Hal yang menarik lainnya, kata 'rupiah' untuk 'uang'. Di Arnhem Land orang bicara tentang uang itu adalah 'rupiah'. Jadi kata 'rupiah' di bahasa Indonesia itu dari orang Makassar," tuturnya.



Baca terus fokus Jelajah Australia, dan ikuti Hidden Quiz-nya!
Halaman 2 dari 1
(nwk/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini