"Mesir telah menerima permohonan penyidik Amerika yang terkait dengan pihak pembuat mesin, untuk menjadi bagian dari tim penyidik, dan mereka dibebaskan untuk bekerja sama dengan penasihat mana saja yang mereka anggap perlu untuk menjalankan tugasnya," ucap Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry dalam wawancara dengan CNN's "The Situation Room", Rabu (11/11/2015).
Mesin pesawat yang jatuh di Mesir dibuat oleh pabrikan Amerika, Pratt & Whitney.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas AS sebelumnya bergantung pada data intelijen untuk menganalisis apa yang terjadi terhadap pesawat maskapai Rusia tersebut. Dengan mengakses langsung puing pesawat, tim AS bisa melihat langsung bukti yang dibutuhkan untuk analisis.
Tidak diketahui pasti apakah tim penyidik dari lembaga AS lainnya akan bergabung dengan tim NTSB dalam penyelidikan. Saat ditanya apakah Biro Investigasi Federal AS (FBI) juga ikut terlibat penyelidikan, Shoukry menyatakan aturan investigasi internasional mengizinkan AS untuk menunjuk penasihat dari mana saja bagi tim mereka.
"FBI telah menawarkan bantuan forensik dan bantuan lain untuk mitra kami di Mesir dan Rusia, dan bersiap membantu," demikian pernyataan FBI. (nvc/ita)











































