Mesir Izinkan AS Bergabung Tim Penyelidikan Pesawat Jatuh

Mesir Izinkan AS Bergabung Tim Penyelidikan Pesawat Jatuh

Novi Christiastuti - detikNews
Rabu, 11 Nov 2015 16:25 WIB
Mesir Izinkan AS Bergabung Tim Penyelidikan Pesawat Jatuh
Puing pesawat Rusia yang jatuh di Sinai, Mesir (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)
Kairo - Penyidik Amerika Serikat akan dilibatkan dalam penyelidikan jatuhnya pesawat maskapai Rusia, Metrojet, di Mesir. AS akan bisa melihat langsung bukti fisik dari insiden itu untuk mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat.

"Mesir telah menerima permohonan penyidik Amerika yang terkait dengan pihak pembuat mesin, untuk menjadi bagian dari tim penyidik, dan mereka dibebaskan untuk bekerja sama dengan penasihat mana saja yang mereka anggap perlu untuk menjalankan tugasnya," ucap Menteri Luar Negeri Mesir Sameh Shoukry dalam wawancara dengan CNN's "The Situation Room", Rabu (11/11/2015).

Mesin pesawat yang jatuh di Mesir dibuat oleh pabrikan Amerika, Pratt & Whitney.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disampaikan seorang sumber pejabat AS yang memahami penyelidikan, Badan Keselamatan Transportasi Nasional AS (NTSB) mengaku telah menerima kabar otoritas Mesir soal penerimaan tawaran bantuan. NTSB kini tengah menunggu informasi lebih spesifik soal kapan dan di mana mesin pesawat akan dibawa untuk diperiksa lebih lanjut. NTSB juga akan mengerahkan tim untuk membantu penyelidikan yang kini dipimpin otoritas Mesir.

Otoritas AS sebelumnya bergantung pada data intelijen untuk menganalisis apa yang terjadi terhadap pesawat maskapai Rusia tersebut. Dengan mengakses langsung puing pesawat, tim AS bisa melihat langsung bukti yang dibutuhkan untuk analisis.

Tidak diketahui pasti apakah tim penyidik dari lembaga AS lainnya akan bergabung dengan tim NTSB dalam penyelidikan. Saat ditanya apakah Biro Investigasi Federal AS (FBI) juga ikut terlibat penyelidikan, Shoukry menyatakan aturan investigasi internasional mengizinkan AS untuk menunjuk penasihat dari mana saja bagi tim mereka.

"FBI telah menawarkan bantuan forensik dan bantuan lain untuk mitra kami di Mesir dan Rusia, dan bersiap membantu," demikian pernyataan FBI. (nvc/ita)


Berita Terkait