Rusia Tingkatkan Serangan Terhadap Target Teroris di Suriah

Rusia Tingkatkan Serangan Terhadap Target Teroris di Suriah

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 10 Nov 2015 19:56 WIB
Rusia Tingkatkan Serangan Terhadap Target Teroris di Suriah
Dampak serangan Rusia di wilayah Suriah (REUTERS/Khalil Ashawi)
Moskow - Militer Rusia meningkatkan serangan udaranya di wilayah Suriah dalam tiga hari terakhir. Rusia mengklaim ada 448 target yang terkena serangan, termasuk gudang senjata milik Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

Dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Selasa (10/11/2015), Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan beberapa jet tempur mengenai bengkel untuk kendaraan lapis baja di dekat wilayah Kfar Nabuda, Provinsi Hama yang menjadi markas militan Al-Nusra Front afiliasi Al-Qaeda.

Serangan udara lainnya mengenai target pusat komando milik Nusra Front di Zarbe, kemudian mengenai sebuah kamp pelatihan di dekat wilayah Kweyris, Aleppo dan sebuah gudang senjata besar di dekat Maheen, Provinsi Homs.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disebutkan juga bahwa serangan udara Rusia mengenai target di wilayah Raqa, markas kuat ISIS. Diklaim Rusia bahwa dua gudang senjata milik ISIS benar-benar hancur akibat serangan itu. Sedangkan beberapa target lainnya merupakan posisi kelompok Nusra Front di Latakia dan gudang penyimpanan roket milik ISIS di area pegunungan dekat Damaskus.

Kementerian Pertahanan Rusia juga menyebut adanya perubahan taktik dari kelompok-kelompok militan di Suriah, antara lain dengan mengubah rute penyaluran senjata dan amunisi, serta melakukan pergerakan hanya pada malam hari.

Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim bahwa beberapa informasi soal target-target dalam serangan udara ini datang dari oposisi Suriah. Namun tidak disebut lebih lanjut kelompok oposisi yang mana yang bekerja sama dengan Rusia.

Rusia memulai serangan udara di wilayah Suriah pada 30 September lalu, dengan menyatakan target utama mereka adalah ISIS. Namun pada praktiknya, Amerika Serikat dan koalisi yang terlebih dahulu melancarkan serangan udara di Suriah, menyebut Rusia justru banyak menyerang kelompok moderat yang melawan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Serangan udara Rusia di Suriah ini disebut-sebut oleh militan Wilayat Sinai sebagai alasan yang diklaim mereka untuk menyerang pesawat maskapai Rusia yang baru lepas landas dari Sharm el-Sheikh, Sinai, Mesir pada 31 Oktober lalu. Klaim itu sempat diragukan Mesir dan Rusia, namun kemudian militan ini kembali memberikan pernyataan yang isinya bersikeras bertanggung jawab. Kelompok yang berbasis di Sinai itu telah menyatakan sumpah setia terhadap ISIS pada November 2014 lalu. (nvc/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads