Inggris Berniat Tambah Staf Intelijen Tangkal Serangan Teror

Inggris Berniat Tambah Staf Intelijen Tangkal Serangan Teror

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 10 Nov 2015 19:19 WIB
Inggris Berniat Tambah Staf Intelijen Tangkal Serangan Teror
Ilustrasi (Pawel Kopczynski/REUTERS)
London - Otoritas Inggris berencana menambah staf intelijen sebagai bagian dari peningkatan upaya mencegah rencana serangan teroris. Penambahan personel ini diumumkan usai insiden jatuhnya pesawat maskapai Rusia, Metrojet, di Mesir yang dicurigai akibat bom.

"Saya bisa memastikan bahwa dalam lima tahun ke depan, kita akan meningkatkan jumlah personel pada tiga lembaga intelijen rahasia yang menyelidiki, menganalisis dan membantu menggagalkan plot teroris," tutur Menteri Keuangan Inggris, George Osborne seperti dilansir Reuters, Selasa (10/11/2015).

Tiga lembaga intelijen yang dimaksud ialah intelijen domestik, intelijen asing dan intelijen sandi yang membawahi beberapa badan intelijen lainnya. Penjelasan lebih rinci, menurut Osborne, akan disampaikan Perdana Menteri David Cameron dalam laporan hasil kajian anggaran pertahanan Inggris pada 23 November mendatang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengkajian Keamanan dan Pertahanan Strategis Inggris diharapkan akan memperluas kemampuan militer Inggris dalam lima tahun ke depan. Pemerintah Inggris, baru-baru ini mengajukan undang-undang baru yang akan memberikan wewenang baru kepada badan-badan intelijen mereka untuk memeriksa situs-situs yang dicurigai terlibat rencana teror.

"Seiring dengan adanya perubahan dalam aturan perang, spionase dan terorisme, maka kita harus mengikuti perubahan itu. Internet, pusat kehidupan modern, memberikan cara baru bagi musuh-musuh kita untuk merencanakan dan melaksanakan serangan terhadap kita," sebut Osborne.

"Ancaman dari teroris, dari ideologi ekstrem, perlu ditantang secara langsung. Nasib yang dialami pesawat maskapai Rusia di Sinai menjadi pengingat menyakitkan akan hal itu," imbuhnya.

Otoritas Inggris sebelumnya menyatakan keyakinan bahwa pesawat yang membawa 224 penumpang dan awak itu jatuh akibat bom yang diselundupkan ke dalam pesawat. Kecurigaan mengarah pada militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) dan afiliasinya di Sinai yang telah mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Untuk sementara, pemerintah Inggris menghentikan aktivitas penerbangan dari dan ke resor Sharm el-Sheikh, Sinai, yang menjadi lokasi jatuhnya pesawat. Tidak hanya itu, Inggris juga mengerahkan pakar militer mereka di bandara Sharm el-Sheikh untuk memastikan dan memberikan bantuan keamanan terhadap otoritas setempat. (nvc/nwk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads