"Tentu saja, ini merupakan sebuah kejahatan besar terhadap kemanusiaan," ucap Davutoglu dalam wawancara dengan media Amerika Serikat, CNN dan dilansir media Rusia, Sputnik, Selasa (10/11/2015).
"Ini bukan serangan terhadap sebuah pesawat Rusia saja, ini sebuah serangan terhadap kita semua," imbuhnya saat menjawab pertanyaan apakah insiden pesawat jatuh itu bisa dilihat sebagai titik balik aktivitas militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Inggris dan AS sebelumnya kompak menyebut dugaan keterlibatan ISIS dalam insiden itu. Mereka mendasarkan keyakinan mereka pada sadapan komunikasi kelompok ISIS di Mesir dan Suriah. Pernyataan itu menuai kritik dari Mesir dan Rusia yang terlibat langsung dalam penyelidikan.
Kedua negara itu dianggap mendahului penyelidikan yang masih berlangsung. Menanggapi hal itu, Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond menyatakan pihaknya berbicara berdasarkan informasi yang diterimanya.
"Ada kemungkinan besar bahwa ISIS terlibat," tutur Hammond lagi, wawancara dengan CNN.
"Itu bukan berarti bahwa ini serangan langsung dari markas ISIS di Suriah. Bisa jadi ada individu yang terinspirasi ISIS yang meradikalisasi diri sendiri dengan melihat propaganda ISIS dan bertindak atas nama ISIS tanpa diarahkan," imbuhnya. (nvc/nwk)











































