Myanmar, Negara yang Warganya Paling Dermawan di Dunia

Myanmar, Negara yang Warganya Paling Dermawan di Dunia

Rita Uli Hutapea - detikNews
Selasa, 10 Nov 2015 17:22 WIB
Myanmar, Negara yang Warganya Paling Dermawan di Dunia
warga Rohingya (Foto: Anindito Mukherjee/Reuters)
Yangon, - Negara mana yang warganya paling dermawan di dunia? Jawabannya ternyata, Myanmar! Di negeri itu, sembilan dari 10 orang dewasa menyumbangkan uangnya untuk amal.

Sedangkan Burundi menempati posisi terakhir, diikuti oleh China, Yaman dan Lithuania. Demikian menurut hasil studi yang dilakukan yayasan Charitable Aid Foundation (CAF) yang berbasis di London, Inggris.

Studi tersebut juga menunjukkan bahwa makin banyak orang di dunia yang menyumbang untuk amal. Sekitar 1,4 miliar orang tercatat menyumbangkan uang mereka untuk amal pada tahun 2014, atau naik 28,3 persen dibanding tahun 2013.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini membesarkan hati untuk melihat bahwa meski di masa-masa ketidakpastian ekonomi di seluruh dunia, orang-orang semakin cenderung menyumbangkan uang untuk tujuan membantu orang lain," ujar direktur CAF John Low dalam statemen seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (10/11/2015).

Menurut World Giving Index yang dirilis CAF, Amerika Serikat, Selandia Baru, Kanada dan Australia menyusul posisi Myanmar dalam indeks kedermawanan tersebut. CAF mengukur perilaku amal negara-negara dengan mensurvei orang-orang tentang seberapa sering mereka menyumbang untuk amal, seberapa sering mereka menjadi relawan dan seberapa sering mereka membantu orang asing.

Di Myanmar, sekitar 92 persen responden mengatakan bahwa mereka memberikan uang untuk amal dalam sebulan terakhir. Myanmar juga menempati posisi teratas untuk jumlah relawan, dengan separuh penduduk melakukannya, diikuti kemudian oleh Sri Lanka, Liberia, Selandia Baru, Kanada dan Amerika Serikat.

Survei ini menunjukkan perbedaan mencolok antara tingkat kedermawanan warga Myanmar dengan kondisi negeri itu, terlebih di tengah ramainya pemberitaan mengenai kemiskinan dan penderitaan warga muslim Rohingya di negeri berpenduduk mayoritas Buddha tersebut. (ita/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads