Mesir dan Rusia Diyakini Mampu Temukan Penyebab Jatuhnya Pesawat Metrojet

Mesir dan Rusia Diyakini Mampu Temukan Penyebab Jatuhnya Pesawat Metrojet

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 10 Nov 2015 16:39 WIB
Mesir dan Rusia Diyakini Mampu Temukan Penyebab Jatuhnya Pesawat Metrojet
Puing pesawat Rusia yang jatuh di Sinai, Mesir (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)
London - Otoritas Inggris meyakini Mesir dan Rusia mampu menemukan penyebab jatuhnya pesawat maskapai Metrojet. Kedua negara itu dianggap paling mampu dibanding negara lain, dalam mencari kebenaran apakah pesawat itu jatuh karena serangan teroris.

Pernyataan ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Inggris, Philip Hammond, setelah Inggris dan Amerika Serikat mengungkapkan ke publik bahwa pesawat jenis Airbus A-321 itu jatuh karena bom. Klaim itu sempat menuai kritikan dari Mesir dan juga Rusia yang bertanggung jawab langsung atas penyelidikan.

"Jawaban pasti apakah benar atau tidak ada bom, akan datang dari pemeriksaan forensik puing pesawat. Itu jelas di luar kendali kami," ucap Philip Hammond seperti dilansir media Rusia, Sputnik, Selasa (10/11/2015).

"Mesir dan Rusia dalam posisi cukup kuat untuk menjawab pertanyaan itu," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hammond mengakui Inggris telah membagi informasi intelijen kepada mitra-mitranya, namun ada beberapa informasi intelijen sensitif yang tidak bisa dibagi kepada pihak lain. Pernyataan ini menanggapi kritikan Rusia soal Inggris yang dianggap lebih memilih mengungkapkan informasi intelijen ke publik, daripada membaginya dengan Rusia yang tengah melakukan penyelidikan.

Pernyataan Hammond ini juga memperkuat pernyataan juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris sebelumnya, yang menyatakan Inggris telah membagi informasi tertentu yang didapatnya terkait pesawat maskapai Rusia yang jatuh di Mesir, kepada negara-negara mitra termasuk Rusia.

"Beberapa informasi merupakan informasi dari sumber terbuka, beberapa lagi -- informasi intelijen sensitif. Informasi itu yang bisa kami bagi, kami bagi dengan mitra kami, tapi beberapa sumber intelijen tidak bisa dibagi, untuk alasan yang jelas," tegas Hammond.

Mesir yang memimpin penyelidikan internasional terhadap insiden ini, menyatakan perlunya bantuan internasional untuk mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat sesegera mungkin. Penyelidikan yang tidak melibatkan Inggris dan AS ini, dilakukan oleh tim pakar gabungan dari Rusia, Prancis, Jerman dan Irlandia dengan dipimpin Mesir. Belum ada pernyataan resmi yang dirilis tim terkait penyelidikan yang dilakukan sejak pekan lalu. (nvc/ita)


Berita Terkait