Pemeriksaan saksi-saksi ini diperkirakan akan berlangsung empat hari. Ini akan menjadi awal dari proses persidangan yang diyakini akan berlangsung lama. Demikian seperti diberitakan kantor berita Reuters, Selasa (10/11/2015).
Penyelidikan dan penangkapan atas kasus ini dilakukan menyusul temuan 30 jasad migran di sebuah makam dekat kamp penyelundup manusia di kawasan hutan dekat perbatasan Thailand-Malaysia, beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sejumlah kelompok HAM meragukan komitmen Thailand untuk menghentikan praktik penyelundupan manusia, menyusul mundurnya seorang polisi senior dari penyelidikan kasus ini. Mayor Jenderal Paween Pongsirin, yang memimpin penangkapan banyak tersangka perdagangan manusia itu, mengumumkan pengunduran dirinya akhir pekan lalu.
Para migran ilegal kerap menempuh perjalanan laut yang berbahaya untuk mencapai Malaysia dan Thailand. Kebanyakan dari mereka merupakan warga muslim Rohingya dari Myanmar dan Bangladesh yang menghadapi penekanan agama dan etnis. Para migran tersebut kerap ditahan di kamp-kamp kumuh untuk dimintai uang tebusan. Bahkan dilaporkan sebagian dari mereka mengalami penyiksaan dan dibiarkan kelaparan.
(ita/ita)










































