Dugaan sementara, seperti dilansir media-media Inggris, The Telegraph dan express.co.uk, Selasa (10/11/2015), dicurigai ada seseorang yang memiliki akses ke kamar hotel para penumpang pesawat nahas itu dan dengan sengaja menyelundupkan bom ke koper salah satu penumpang.
Petugas pembersih kamar, petugas pengangkut barang dan staf hotel lainnya di kawasan wisata Sharm el-Sheikh dilaporkan tengah diinterogasi oleh tim penyidik Mesir. Tidak disebutkan lebih lanjut ada berapa pekerja hotel yang diinterogasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para turis di Sharm el-Sheikh (REUTERS/Asmaa Waguih) |
Hanya disebutkan The Telegraph, tim penyidik juga memeriksa latar belakang para pekerja hotel yang sempat menjadi tempat tinggal 224 korban tewas saat berada di Sharm el-Sheikh. Sebagian besar korban merupakan turis asal Rusia, Ukraina dan Belarusia yang hendak pulang usai berlibur di wilayah yang dikenal akan wisata pantai tersebut.
Sementara itu, staf bandara Sharm el-Sheikh yang menjadi sorotan usai insiden ini dilaporkan telah diinterogasi terlebih dahulu. Dugaan yang disampaikan otoritas Amerika Serikat sebelumnya menyebut seseorang di bandara tersebut dicurigai menyelundupkan bom ke dalam pesawat.
Pemeriksaan keamanan di bandara Sharm el-Sheikh (REUTERS/Asmaa Waguih) |
Otoritas Mesir sendiri belum secara resmi menyatakan penyebab jatuhnya pesawat yang membawa 224 penumpang dan awak tersebut. Mesir juga tidak menyatakan secara terang-terangan soal dugaan bom di dalam pesawat.
Bahkan mereka membantah keras ketika Inggris dan AS mengungkapkan keyakinan mereka soal keberadaan bom di dalam pesawat maskapai Rusia yang jatuh. Namun seorang pejabat Mesir yang enggan disebut namanya, menyatakan dirinya '90 persen yakin' bahwa pesawat maskapai Rusia itu jatuh karena bom.
Pemeriksaan keamanan di bandara Sharm el-Sheikh (REUTERS/Asmaa Waguih) |












































Para turis di Sharm el-Sheikh (REUTERS/Asmaa Waguih)
Pemeriksaan keamanan di bandara Sharm el-Sheikh (REUTERS/Asmaa Waguih)
Pemeriksaan keamanan di bandara Sharm el-Sheikh (REUTERS/Asmaa Waguih)