Demikian disampaikan juru bicara pemerintah Yordania, Mohammed Momani seperti diberitakan kantor berita resmi Yordania, Petra dan dilansir kantor berita AFP, Selasa (10/11/2015). Dikatakannya, dua instruktur AS lainnya dan dua warga Yordania juga luka-luka dalam insiden penembakan yang terjadi Senin (9/11) waktu setempat.
Dikatakan Momani yang juga menjabat Menteri Informasi, pelaku penembakan ditembak mati oleh rekan-rekannya sesama polisi di pusat pelatihan kepolisian di Al-Muwaqqar, 30 kilometer sebelah timur Amman.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Otoritas Yordania tidak merilis identitas pelaku penembakan. Namun menurut sumber, pelaku penembakan adalah kapten polisi Anwar Abu Zeid.
"Dia tak ada hubungan dengan organisasi teroris manapun seperti Daesh," ujar sumber tersebut. Daesh merupakan nama lain untuk ISIS.
"Keluarganya terguncang dan aparat keamanan tengah menanyai mereka soal insiden tersebut," kata sumber yang enggan disebut namanya.
Penembakan ini menimbulkan keprihatinan di Washington dan dikecam oleh kedutaan AS di Amman, Yordania. Pihak kedutaan AS pun menyerukan warganya untuk menjauhi wilayah tempat terjadinya penembakan.
"Kami menanggapi ini dengan sangat serius, dan kami akan bekerja sama secara erat dengan Yordania untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi," tutur Presiden AS Barack Obama di Washington. (ita/ita)











































