Rusia Akui Dugaan Aksi Teroris dalam Jatuhnya Pesawat di Mesir

Rusia Akui Dugaan Aksi Teroris dalam Jatuhnya Pesawat di Mesir

Novi Christiastuti - detikNews
Selasa, 10 Nov 2015 10:05 WIB
Rusia Akui Dugaan Aksi Teroris dalam Jatuhnya Pesawat di Mesir
Puing pesawat Rusia yang jatuh di Sinai, Mesir (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)
Moskow - Otoritas Rusia mulai mengakui serangan teroris bisa menjadi penyebab jatuhnya pesawat maskapai Metrojet di Mesir. Rusia sebelumnya menahan diri untuk mengakui dugaan keterlibatan teroris dalam jatuhnya pesawat tersebut.

"Kemungkinan aksi terorisme tentu ada, sebagai alasan apa yang telah terjadi," ucap Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev dalam wawancara dengan surat kabar nasional Rusia, Rossiyskaya Gazeta dan dilansir AFP, Selasa (10/11/2015).

Inggris dan juga Amerika Serikat, bersama dengan penyidik internasional, mencurigai pesawat jenis Airbus A-321 itu jatuh akibat ledakan bom yang diselundupkan oleh seseorang ke dalam pesawat. Kecurigaan bom itu mengarah pada militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang berbasis di Sinai.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terhadap klaim Inggris dan AS itu, otoritas Mesir menyatakan tidak memiliki bukti konkret bahwa pesawat maskapai Rusia itu memang jatuh karena bom. Otoritas Rusia juga awalnya menolak mengakui bahwa bom yang telah menjatuhkan pesawat yang membawa 224 penumpang dan awak itu.

Namun sejak Jumat (6/11), Presiden Vladimir Putin memerintahkan penghentian sementara seluruh penerbangan ke Mesir dengan alasan keamanan. Terhadap hal itu, PM Medvedev menyatakan, penyelesaian isu keamanan penerbangan dengan Mesir akan memakan banyak waktu.

"Saya sudah mengatakannya hari ini, dalam rapat dengan wakil perdana menteri, bahwa kita tidak seharusnya hanyut dalam ilusi. Isu-isu ini, yang berkaitan dengan keamanan, tidak akan bisa diselesaikan secara cepat. Oleh karena itu, kemungkinan ini akan memakan waktu lebih lama. Pergerakan turis akan ditentukan oleh hal ini," tutur Medvedev seperti dilansir media Rusia, Sputnik.

Rusia sebelumnya mengkritik Inggris karena tidak berbagi informasi intelijen soal dugaan pesawat jatuh karena bom. Namun dalam pernyataannya, pihak Kementerian Luar Negeri Inggris mengaku telah berbagi informasi intelijen dengan mitra-mitranya, termasuk Rusia. (nvc/ita)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads