Disampaikan seorang sumber yang memahami penyelidikan kepada kantor berita Rusia, RIA Novosti dan dilansir Sputnik, Senin (9/11/2015), bahwa pemeriksaan forensik untuk mencari bekas bahan peledak telah dilakukan pada puing-puing pesawat dan juga di lokasi jatuhnya pesawat. Hasil awalnya, menurut sumber ini, akan diumumkan dalam waktu dekat.
Sedangkan laporan lebih rinci soal pemeriksaan forensik itu, lanjut sumber tersebut, baru akan dirilis dalam waktu dua minggu ke depan. Menurut sumber ini, pemeriksaan forensik semacam ini memakan banyak waktu dan tergolong tugas yang sulit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada 6 November lalu, Menteri Urusan Darurat Rusia Vladimir Puchkov menyatakan para pakar Rusia telah membawa sejumlah puing pesawat jenis Airbus A-321 yang jatuh di Sinai Utara, ke Rusia. Puchkov memastikan bahwa penyelidikan dilakukan oleh pakar forensik paling berpengalaman, dengan menggunakan perlengkapan canggih. Penyelidikan dilakukan oleh tim pakar dari Rusia, Prancis, Jerman dan Irlandia dengan dipimpin otoritas Mesir.
Secara terpisah, ketua tim investigasi Mesir Kapten Ayman Muqaddam menyatakan penyelidikan tengah difokuskan pada suara keras yang terdengar pada detik-detik terakhir rekaman kokpit yang berdurasi 23 menit. Namun Muqqadam bersikeras masih terlalu dini untuk memberikan penjelasan spesifik.
Sementara beberapa pihak lainnya, termasuk sumber dari tim investigasi Mesir menyatakan keyakinannya pada Reuters, bahwa suara keras itu merupakan ledakan bom. Ketika ditanya lebih lanjut apa yang sedang diselidiki, Muqaddam menyebut seluruh kemungkinan yang memicu suara keras itu, mulai dari ledakan baterai litium yang disimpan di dalam koper penumpang, ledakan tangki bahan bakar, ledakan badan pesawat, atau ledakan lainnya.
"Kita bisa mengatakan bahwa terjadi kehancuran pesawat saat mengudara. Mengatakan lebih dari hal ini jelas memasuki ranah kesimpulan," ucapnya. (nvc/nwk)










































