Disampaikan seorang pejabat Amerika Serikat yang memahami persoalan intelijen, seperti dilansir CNN, Senin (9/11/2015), bahwa sedikitnya beberapa sadapan intelijen yang digunakan untuk menganalisis apa yang sebenarnya terjadi pada pesawat maskapai Rusia datang dari intelijen Israel.
Informasi senada juga disampaikan seorang sumber diplomatik, yang juga dikutip CNN. Dalam sadapan komunikasi antara militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) itu, terdengar obrolan khusus yang diduga membahas soal bom dan jatuhnya pesawat maskapai Rusia di Sinai Utara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak dijelaskan lebih lanjut oleh sumber itu soal sadapan komunikasi ISIS yang diserahkan Israel. Sedangkan otoritas Israel sendiri enggan mengomentari hal ini lebih lanjut. Namun diketahui AS dan Inggris sebelumnya melakukan operasi intelijen gabungan dalam menyadap komunikasi antara ISIS yang ada di Suriah dengan yang ada di Mesir. Dari hasil penyadapan itu, diyakinilah oleh kedua negara bahwa pesawat maskapai Rusia jatuh karena bom.
"Menggunakan satelit untuk mengungkap komunikasi elektronik (antara kedua pihak). Nada dan isi pesan meyakinkan analis bahwa ada bom yang dibawa ke dalam pesawat oleh seorang penumpang atau seorang staf lapangan bandara," sebut media Inggris, The Times dalam laporannya beberapa waktu lalu.
Berdasar sadapan komunikasi ISIS itu, AS dan Inggris melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya menemukan adanya obrolan khusus antara kelompok militan Sinai yang membahas asal usul bom dan juga membual soal pesawat jatuh.
Yang terbaru, beberapa pejabat senior pada sektor intelijen, militer dan keamanan nasional AS menuturkan kepada CNN bahwa mereka semakin yakin pesawat yang membawa 224 penumpang dan awak itu dibom oleh teroris. Satu pejabat menyatakan, "99,9 persen yakin." Sedangkan pejabat lainnya menyebut, "Kemungkinan besar (dibom teroris)." (nvc/nwk)











































