Window on Australia Diluncurkan, Tingkatkan Pengertian Antar Warga RI-Australia

Window on Australia Diluncurkan, Tingkatkan Pengertian Antar Warga RI-Australia

Nograhany Widhi K - detikNews
Senin, 09 Nov 2015 19:03 WIB
Window on Australia Diluncurkan, Tingkatkan Pengertian Antar Warga RI-Australia
Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Australia Broadcasting Corporation (ABC) International meluncurkan Window on Australia. Program ini merupakan hasil liputan sebulan penuh jurnalis detikcom dan RCTI di Australia.

CEO ABC International Lynley Marshall mengatakan bahwa kerjasama Window on Australia yang dilakukan dengan detikcom dan RCTI merupakan kerja sama timbal balik. Jurnalis dari kedua media tersebut, imbuh Lynley, meliput berbagai aspek kehidupan di Australia seperti perdagangan, perkotaan, fashion, olahraga, seni dan sebagainya.

"Saya harap ini bisa meningkatkan pemahaman dan persahabatan di antara warga kedua negara," tutur Lynley dalam acara peluncuran program Window on Australia di Thamrin Room, Hotel Pullman, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (9/11/2015). Tampak pula dalam acara itu CEO MNC Group Harry Tanoesoedibjo dan Dubes Australia untuk Indonesia Paul Grigson.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sedangkan Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, mengatakan bahwa program seperti ini sangat penting untuk memperkuat hubungan dua negara. Selama ini, imbuhnya, banyak warga Indonesia yang belajar dan magang di Australia.

Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Grigson (Foto: Hasan Al Habsy)


"Jadi program ini sangat penting, tak hanya bagi Australia untuk mengerti Indonesia, tapi juga Indonesia untuk mengerti Australia, untuk meningkatkan pengertian yang lebih baik," jelas Paul.

Sementara Pemimpin Redaksi detikcom, Arifin Asydhad, menyatakan bahwa selama ini pemberitaan antara Australia-Indonesia selalu seputar 3 B yakni Bali, Boat dan Beef. Dia yakin, ada banyak hal positif lain di luar 3B yang bisa dicontoh dari Australia, begitu juga sebaliknya.

Pemred detikcom Arifin Asydhad (Foto: Hasan Al Habsy)


"Apa cuma 3B? Apa cuma segitu? Ternyata kita bisa belajar dari Australia bagaimana memanage kotanya,  bagaimana pemerintah di sana menangani kasus korupsi. Banyak yang bisa digali. Adakalanya pula Australia belajar dari Indonesia," kata Arifin.

Dia menyatakan kerjasama dengan ABC International akan terus dilakukan demi mempererat hubungan people to people antar dua negara.

Di detikcom sendiri, artikel hasil liputan program Window on Australia sebulan penuh bisa dikuti melalui fokus "Jelajah Australia" mulai Senin 9 November 2015 ini.

Baca terus fokus Jelajah Australia, dan ikuti Hidden Quiz-nya!
Halaman 2 dari 1
(nwk/nrl)


Berita Terkait