"Identifikasi terus berlanjut dan terus bergerak maju. Sejauh ini yang saya ketahui, lebih dari 100 korban telah diidentifikasi," sebut Wakil Perdana Menteri Rusia, Olga Golodets seperti dilansir media setempat, Sputnik, Senin (9/11/2015).
Proses identifikasi dilakukan dengan berbagai metode, antara lain secara visual dan juga secara genetik. Untuk identifikasi secara visual, telah diakhiri sejak akhir pekan lalu. Sedangkan proses identifikasi melalui pemeriksaan genetik masih terus dilakukan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ratusan pakar forensik dan ahli medis dilibatkan dalam proses identifikasi korban yang digelar di kota St Petersburg, Rusia ini. Sejak awal pekan lalu, jasad para korban diterbangkan secara bertahap menggunakan pesawat milik Kementerian Urusan Darurat Rusia dari Mesir ke St Petersburg.
Total 217 penumpang dan tujuh awak pesawat tewas dalam insiden yang terjadi 31 Oktober ini. Sebagian besar korban tewas merupakan warga negara Rusia, dengan empat orang lainnya warga negara Ukraina dan satu warga Belarusia. Beberapa korban warga Rusia yang jasadnya telah diserahkan ke keluarga, telah dimakamkan pada akhir pekan.
Pesawat jenis Airbus A-321 milik maskapai Rusia, Metrojet atau yang memiliki nama resmi Kogalymavia, jatuh selang 23 menit setelah lepas landas dari Bandara Sharm el-Sheikh, Mesir menuju St Petersburg. Penyebab jatuhnya pesawat masih diselidiki, namun beberapa informasi intelijen mengindikasikan pesawat jatuh karena ledakan bom yang diselundupkan ke dalam pesawat. (nvc/ita)










































