Sejak Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan penghentian sementara aktivitas penerbangan ke wilayah Mesir, terutama ke resor Sharm el-Sheikh yang dikenal sebagai kawasan wisata populer bagi warga Rusia, aktivitas pemulangan turis terus dilakukan. Penghentian tersebut dilakukan atas dasar alasan keamanan dan menindaklanjuti rekomendasi dari Direktur Badan Keamanan Federal Rusia (FSB).
Seperti dilansir Reuters, Senin (9/11/2015), tercatat sedikitnya 80 ribu warga Rusia berada di wilayah Mesir setelah keputusan penghentian diumumkan pada Minggu (8/11). Untuk memfasilitasi pemulangan, Rusia mengirimkan 44 pesawat ke dua resor Laut Merah, Mesir. Disebutkan Kementerian Transportasi Rusia bahwa sedikitnya 30 pesawat akan diterbangkan ke resor Hurghada, sedangkan 14 pesawat lainnya diterbangkan ke resor Sharm el-Sheikh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain Rusia, otoritas Inggris juga tengah memulangkan turisnya yang terjebak di Mesir usai penghentian aktivitas penerbangan dari dan ke Sharm el-Sheikh, pekan lalu. Disebutkan sekitar 20 ribu warga Inggris ada di wilayah Mesir ketika penghentian penerbangan diumumkan.
Dari jumlah tersebut, baru sekitar 1.500 orang yang telah sampai dengan selamat di Inggris. Sedikitnya sembilan penerbangan untuk memulangkan turis asal Inggrisย telah berangkat dari Mesir terhitung sejak Sabtu (7/11) waktu setempat. Menurut seorang pejabat Inggris, sedikitnya dibutuhkan waktu 10 hari untuk memulangkan seluruh turis yang terjebak di Mesir.
Sedangkan maskapai penerbangan asal Latvia, AirBaltic, seperti dilansir media Rusia, Sputnik, membawa sekitar 270 turis pulang ke Bandara Riga pada Sabtu (7/11) dan Minggu (8/11). Maskapai AirBaltic sempat menghentikan operasional mereka dari dan ke Sharm el-Sheikh pada Kamis (5/11) dan Jumat (6/11) dengan alasan keamanan.
Keputusan menghentikan operasional penerbangan ke Mesir ini diambil setelah Inggris dan Amerika Serikat mengungkapkan keyakinan mereka bahwa pesawat maskapai Rusia jatuh karena ledakan bom yang diselundupkan ke dalam pesawat oleh seseorang di Bandara Sharm el-Sheikh. Otoritas Mesir telah memperketat pengamanan di seluruh bandaranya, namun tetap saja beberapa negara memilih menghentikan penerbangan.
Pemeriksaan keamanan di gerbang bandara Sharm el-Sheikh, Mesir (REUTERS/Asmaa Waguih) |












































Pemeriksaan keamanan di gerbang bandara Sharm el-Sheikh, Mesir (REUTERS/Asmaa Waguih)