Beberapa pejabat senior AS yang enggan disebut namanya menuturkan kepada The New York Times, Senin (9/11/2015), otoritas Rusia secara spesifik meminta bantuan analisis forensik untuk mencari tahu penyebab jatuhnya pesawat jenis Airbus A-321 itu. Pejabat AS lainnya menyebut permintaan Rusia bersifat umum.
Namun diketahui bahwa sebagian besar puing-puing pesawat yang tersebar di area gurun seluas 20 kilometer persegi di Sinai Utara, Mesir telah dievakuasi dan dibawa ke Rusia untuk dianalisis lebih lanjut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ditambah lagi, meskipun FBI bersama mitra Rusianya, FSB atau Badan Keamanan Federal Rusia sering bekerja sama dalam sejumlah isu terorisme, namun hubungan AS dengan Rusia sendiri tengah berada di titik terendah sejak jatuhnya Tembok Berlin.
Sementara itu di Kairo, tim penyidik yang dipimpin oleh otoritas Mesir tengah fokus pada suara yang terdengar saat detik-detik terakhir rekaman suara di dalam kokpit pesawat yang tercatat berdurasi 23 menit. Namun otoritas Mesir menyatakan, masih terlalu dini untuk berspekulasi soal suara tersebut.
Penyelidikan melibatkan sekitar 58 pakar dan penasihat teknis dari Mesir, Rusia, Prancis, Jerman dan Irlandia. (nvc/ita)










































