Dilaporkan media Inggris, mirror.co.uk, Senin (9/11/2015), badan intelijen Inggris, GCHQ, menangkap suara beberapa militan dengan aksen Inggris dalam obrolan yang disadap dari komunikasi kelompok militan di Sinai, lokasi jatuhnya pesawat jenis Airbus A-321 tersebut.
Bahkan disebutkan lebih detail bahwa ada beberapa militan yang bicara aksen Birmingham dan London yang terdengar tengah merayakan jatuhnya pesawat dalam obrolan yang disadap intelijen Inggris. Sadapan yang sama mendasari Inggris berani menyatakan bom menjatuhkan pesawat tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Media Inggris lainnya, The Telegraph juga melaporkan dugaan serupa berdasarkan informasi intelijen. "Laporan muncul bahwa militan yang terekam intelijen Inggris terkait serangan (terhadap pesawat maskapai Rusia) -- bagian dari obrolan yang membuat Kantor Perdana Menteri Inggris mengkonfirmasi jatuhnya pesawat sebagai serangan teror -- berbicara dalam aksen Inggris," sebutnya.
Namun The Telegraph menyatakan informasi ini belum bisa dikonfirmasikan. "Terlalu dini menyimpulkan bahwa pelakunya warga Inggris, tapi jika benar, laporan ini akan memunculkan situasi darurat untuk isu pelaku jihad asing dari AS yang bergabung dengan ISIL (nama lain ISIS)," imbuhnya.
Para pakar dari Rusia, Prancis, Jerman dan Irlandia yang dipimpin otoritas Mesir tengah bekerja untuk menganalisis isi perekam penerbangan pada kotak hitam pesawat. Menurut mereka, perekam suara kokpit menunjukkan memang ada suara ledakan yang terdengar. Namun media Rusia menyatakan, informasi dari kotak hitam pesawat tidak akan banyak berguna dalam menentukan penyebab jatuhnya pesawat.
Kotak hitam pesawat (AFP/Egyptian Civil Aviation Ministry) |












































Kotak hitam pesawat (AFP/Egyptian Civil Aviation Ministry)