"Indonesia telah membeli ternak hidup dari kami selama bertahun-tahun dan kami butuh kepastian. Isu besarnya adalah bisakah kami mendapatkan kuota tahunan?" demikian dikatakan Menteri Perdagangan (Mendag) Australia Andrew Robb.
Hal itu dikatakan Andrew saat diwawancara RCTI dan detikcom yang ke Australia atas undanganΒ Australia Plus ABC International di Melbourne, Victoria, Australia pada September 2015 lalu. Β
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Anda mendapatkan kuota tahunan itu akan lebih memberikan kepastian bagi produsen, itu juga akan membantu Indonesia yang menggemukkan ternak. Tak ada waktu seperti Ramadan, setiap hari Anda dapat bermain dengan percaya diri dan berlari dengan waktu bersama Australia," imbuh dia.
Kedua, jika jumlah ternak hidup sudah diketahui jumlahnya cukup, maka harga bisa dijaga.Β "Anda bisa menekan (harga) di tingkat grosir dan itu penting buat Indonesia," tuturnya.
Rencananya mulai tahun depan pemerintah Indonesia akan menerapkan skema baru yaitu kuota ditetapkan dalam setahun sekali. Selama ini kuota impor sapi ditetapkan 3 bulan sekali, rata-rata 200.000 ekor per tiga bulan.
Setiap tahun, rata-rata kebutuhan sapi bakalan impor di Indonesia hingga di atas 750.000 ekor, sedangkan total kebutuhan per tahun mencapai 4 juta ekor.
Baca terus fokus Jelajah Australia, dan ikuti Hidden Quiz-nya! (nwk/hen)











































