"Saya mendapatkan pandangan bahwa mereka (Indonesia) menyukai Australia, dan sebaliknya, Australia suka Indonesia. Tapi saya merasa bahwa 15-20 tahun terakhir, kami saling memandang satu sama lain, hanya ada 260 perusahaan Australia beroperasi di Indonesia, itu berarti hanya 1 perusahaan untuk tiap sejuta populasi di Indonesia," tutur Menteri Andrew Robb.
Andrew Robb diwawancarai RCTI dan detikcom -atas undangan Australia Plus ABC International-Β di Melbourne pada September 2015 lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk itulah, lanjut Andrew, butuh keterkaitan pebisnis Australia dengan Indonesia, seperti meningkatkan pemahaman akan perbedaan budaya di Indonesia. Para pebisnis kedua negara bisa saling mengadakan hubungan saling menguntungkan.
"Jadi kami harus terkait, harus memiliki pemahaman lebih baik akan perbedaan budaya di Indonesia, kami punya kesempatan lebih baik untuk mengambil keuntungan dari kekuatan Indonesia. Sama juga untuk Indonesia, mengambil keuntungan dari kekuatan Australia. Itulah mengapa kami membawa serta 200 pebisnis untuk bergabung dengan kami di Indonesia," tuturnya.
Kunjungan delegasi bisnis ini, adalah kunjungan besar untuk memperkenalkan kesempatan bisnis di Indonesia, untuk memulai bisnis, mengambil keputusan untuk investasi di Indonesia, mendirikan perwakilan, menyediakan apa yang bisa pemerintah sediakan.
"Hal yang sama, membawa rombongan Indonesia untuk bisnis di Australia," tuturnya.
Baca terus fokus Jelajah Australia, dan ikuti Hidden Quiz-nya! (nwk/hen)











































