Hal tersebut disampaikan seorang penyelidik yang punya akses ke kotak hitam pesawat Rusia tersebut seperti diberitakan stasiun televisi Prancis, France 2 pada situsnya.
Menurut penyelidik yang enggan disebutkan namanya itu, seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (7/11/2015), suara ledakan tersebut tidak konsisten dengan kondisi gangguan mesin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penyelidik mencurigai bahwa seseorang yang memiliki akses ke kompartemen bagasi pesawat meletakkan alat peledak di dalam atau di atas bagasi sebelum pesawat lepas landas.
Kelompok militan Sinai yang terkait dengan kelompok yang menyebut dirinya negara Islam atau ISIS telah mengaku meledakkan pesawat tersebut.
Pesawat Metrojet Airbus 321 jatuh dalam penerbangan dari resor populer Sharm el-Sheikh, Mesir, menuju St Petersburg, Rusia hari Sabtu (31/10) menewaskan keseluruhan 224 penumpang dan kru.
Sebagian besar korban merupakan warga Rusia. Sejak Rabu (4/11) beberapa negara Eropa, Prancis, Belgia dan Jerman, juga sudah membatasi perjalanan ke Sharm el-Sheikh.
(ita/ita)











































