Kementerian Luar Negeri Denmark menyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Sabtu (7/11/2015), seruan ini didasarkan pada penilaian atas keselamatan penerbangan yang dibuat setelah adanya informasi baru yang diterima pada Jumat, 6 November. Namun kementerian tidak menjelaskan lebih rinci.
Pada situsnya, kementerian mengimbau untuk "tidak melakukan perjalanan yang tidak penting ke bagian selatan Semenanjung Sinai, termasuk Sharm el-Sheikh".
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Langkah ini dilakukan setelah pejabat-pejabat Barat meyakini bahwa pesawat Airbus A321 tersebut jatuh karena ledakan bom di dalam pesawat. Keseluruhan penumpang dan kru yang berjumlah 224 orang tewas dalam peristiwa itu.
Sebuah kelompok yang berafiliasi dengan kelompok radikal ISIS telah mengklaim mendalangi jatuhnya pesawat Rusia pekan lalu. Kelompok militan tersebut menyebut insiden itu sebagai pembalasan atas serangan-serangan udara Rusia di Suriah yang dimulai lebih dari sebulan lalu. (ita/ita)











































