Sebagian besar agen perjalanan menangguhkan paket wisata mereka ke tujuan wisata pantai di Semenanjung Sinai itu, usai Inggris dan Amerika Serikat mengungkapkan dugaan adanya bom di dalam pesawat yang jatuh. Pakar ekonomi memperingatkan adanya pengaruh besar pada perekonomian Mesir.
"Insiden ini sungguh bisa menjadi pukulan keras terhadap industri pariwisata Mesir yang sudah terbebani oleh ketidakjelasan politik selama bertahun-tahun," sebut profesor dari London School of Economics, Fawaz Gerges, seperti dilansir AFP, Jumat (6/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mesir sejak lama mempromosikan kawasan resort Sharm el-Sheikh dan Hurgada di Laut Merah sebagai tujuan utama wisata. Kedua wilayah itu dikenal dengan pantainya yang masih asli dan aktivitas scuba diving yang menarik banyak turis asing, sebagian besar dari Rusia.
Jatuhnya pesawat Rusia usai lepas landas dari Bandara Sharm el-Sheikh pada Sabtu (31/10), memberi dampak besar bagi turis internasional. Pada September lalu, sedikitnya 8 turis asal Meksiko yang salah dikira anggota militer Mesir tewas dalam serangan di Western Desert. Kemudian pada Agustus, militan afiliasi Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim telah memenggal seorang pekerja asing asal Kroasia di pinggiran Kairo.
Kedua insiden itu terjadi beberapa bulan setelah polisi Mesir menggagalkan rencana serangan bom bunuh diri di dekat kuil Karnak, Luxor, yang menjadi salah satu atraksi wisata populer. Namun agen perjalanan setempat menyebut insiden jatuhnya pesawat Rusia merupakan pukulan terbesar sejauh ini.
"Pariwisata di Mesir akan mati jika memang terbukti benar serangan teroris yang menjatuhkan pesawat (Rusia) itu," sebut agen travel dari Hurgada, Hamada Nagi.
"Dampaknya sudah muncul. Bahkan jika dinyatakan kesalahan pilot atau kecelakaan, orang meyakini itu bom (yang menjatuhkan pesawat)," ucap manajer jaringan hotel mewah Savoy Group di Sharm el-Sheikh, Jacques Peter kepada AFP.
Pariwisata menyumbang sekitar 12 persen GDP (Gross Domestic Product) Mesir. Namun sejak tahun 2011, ketika Hosni Mubarak lengser dari kursi presiden setelah tiga dekade berkuasa, industri pariwisata meredup. Tahun lalu tercatat jumlah turis yang berkunjung ke Mesir ada di bawah 10 juta orang. Jumlah ini menurun tajam jika dibandingkan tahun 2010 yang mencapai 15 juta turis. (nvc/mad)











































