Dugaan Bom di Pesawat Rusia, AS Perketat Pemeriksaan di Bandara Transit

Dugaan Bom di Pesawat Rusia, AS Perketat Pemeriksaan di Bandara Transit

Rachmadin Ismail - detikNews
Jumat, 06 Nov 2015 10:15 WIB
Foto: tifonimages/Thinkstock
Washington DC - Bagi Anda yang hendak berpergian ke Amerika Serikat (AS) sebaiknya bersiap-siap dengan pemeriksaan ketat. Usai merilis kabar dugaan bom di pesawat Rusia yang jatuh di Mesir, AS meningkatkan pengawasan di bandara-bandara transit.

Keputusan ini diambil oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat. Targetnya adalah bandara-bandara transit yang menjadi gerbang terakhir menuju negeri Paman Sam.

Walau pemeriksaan selama ini sudah ketat, namun dengan adanya dugaan bom di pesawat Rusia, proses security check akan jauh lebih lama lagi. ABC News melaporkan, bakal ada pemeriksaan tambahan dari sebelumnya.

Ada kemungkinan, bagasi para penumpang akan diperiksa lebih detail. Tak hanya itu, manifes penumpang dengan barang bawaan bagasi akan disesuaikan kembali sebelum terbang ke AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami tahu bahwa prosedur penerbangan menuju ke AS agak berbeda dengan prosedur lain di luar sana," demikian pernyataan Presiden AS Barack Obama kepada radio KIRO, soal kebijakan ini.

Obama sebelumnya menduga, sebuah bom menjadi penyebab kehancuran dari pesawat Rusia yang jatuh di Semenanjung Sinai, Mesir. Bom tersebut diduga dibawa oleh teroris.

"Setiap kali Anda mengetahui kecelakaan pesawat tersebut, pertama-tama Anda akan memastikan akan ada penyelidikan di lokasi. Saya berpikir bahwa kemungkinan ada bom di pesawat tersebut. Dan ini merupakan permasalahan serius," lanjutnya.

Obama juga menambahkan bahwa intelijen AS akan melakukan penyelidikan terkait tragedi ini. "Kami menghabiskan banyak waktu untuk memastikan bahwa penyidik dan badan intelijen kami memeriksa secara persis apa yang terjadi sebelum kita membuat pernyataan definitif. Tetapi tentu saja mungkin ada bom di pesawat tersebut," ujarnya.
Reuters

Sehari sebelumnya di Gedung Putih, para pejabat setempat menyatakan bahwa Amerika Serikat memiliki tekad yang kuat untuk menyelidiki kecelakaan di bandara Sharm el Sheikh. Namun tidak dikesampingkan juga bahwa diduga ada bom dalam pesawat yang jatuh dan menewaskan 224 penumpang tersebut.

"Kita tidak bisa mengesampingkan apa pun, termasuk kemungkinan terorisme," ujar juru bicara Gedung Putih Josh Earnest, kepada wartawan di Washington. (mad/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini