Sejauh ini, tim penyelamat telah menyelamatkan 102 orang dari reruntuhan pabrik tersebut. Pabrik tersebut merupakan tempat produksi tas plastik yang berlokasi 20 Km (12 mil) sebelah selatan dari kota Lahore, Pakistan Timur yang runtuh karena diguncang gempa Rabu (4/11/2015) malam.
"Setidaknya 21 mayat telah ditemukan oleh kru penyelamat menggunakan mesin konstruksi dan alat-alat berat lainnya untuk menggali melalui puing-puing," kata pejabat penyelamat Mohammad Younis Bhatti, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (5/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selamat namun terluka," ujar pemilik pabrik yang baru membangun lantai di salah satu bangunan. Pembangunan tersebut telah mengabaikan saran dari kontraktor dan permintaan dari pekerja yang ingin menghentikan pembangunan setelah adanya retakan di dinding setelah gempa terjadi pada pekan lalu.
Gempa berkekuatan 7,5 telah menewaskan lebih dari 300 orang di Pakistan dan bagian utara Afghanistan, juga telah merusak ribuan bangunan. Salah satu korban selamat, Muhammad Ramzan (22) mengatakan, Ia telah menyaksikan retakan pertama pada struktur bangunan sesaat sebelum pabrik tersebut runtuh.
"Tiba-tiba, aku melihat celah-celah yang muncul dalam pilar. Aku segera menarik pemilik pabrik dan memperlihatkan retakan tersebut. Dia sedang mengawasi pekerja saat atap runtuh setelah itu saya melihat dia tertimpa tumpukan beton yang menyebabkan kematian," tandasnya. (yds/hri)










































