Korban Tewas Pabrik Roboh di Pakistan Tambah Jadi 21 Orang

Korban Tewas Pabrik Roboh di Pakistan Tambah Jadi 21 Orang

Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Jumat, 06 Nov 2015 03:05 WIB
Korban Tewas Pabrik Roboh di Pakistan Tambah Jadi 21 Orang
Foto: Reuters/Mohsin Raza
Jakarta - Tim penyelamat terus menggali puing-puing di lokasi runtuhnya pabrik di Pakistan. Sedikitnya 21 orang tewas dalam tragedi tersebut yang kemudian membuat pejabat setempat menyoroti standar keselamatan yang minim di kawasan Asia Selatan.

Sejauh ini, tim penyelamat telah menyelamatkan 102 orang dari reruntuhan pabrik tersebut. Pabrik tersebut merupakan tempat produksi tas plastik yang berlokasi 20 Km (12 mil) sebelah selatan dari kota Lahore, Pakistan Timur yang runtuh karena diguncang gempa Rabu (4/11/2015) malam.

"Setidaknya 21 mayat telah ditemukan oleh kru penyelamat menggunakan mesin konstruksi dan alat-alat berat lainnya untuk menggali melalui puing-puing," kata pejabat penyelamat Mohammad Younis Bhatti, seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (5/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelumnya, pejabat setempat memperkirakan sebanyak 150 orang berada di pabrik tersebut ketika runtuh. Untuk menghindari cedera lebih lanjut kepada mereka yang masih terperangkap, tim penyelamat harus bergerak secara perlahan.

"Selamat namun terluka," ujar pemilik pabrik yang baru membangun lantai di salah satu bangunan. Pembangunan tersebut telah mengabaikan saran dari kontraktor dan permintaan dari pekerja yang ingin menghentikan pembangunan setelah adanya retakan di dinding setelah gempa terjadi pada pekan lalu.

Gempa berkekuatan 7,5 telah menewaskan lebih dari 300 orang di Pakistan dan bagian utara Afghanistan, juga telah merusak ribuan bangunan. Salah satu korban selamat, Muhammad Ramzan (22) mengatakan, Ia telah menyaksikan retakan pertama pada struktur bangunan sesaat sebelum pabrik tersebut runtuh.

"Tiba-tiba, aku melihat celah-celah yang muncul dalam pilar. Aku segera menarik pemilik pabrik dan memperlihatkan retakan tersebut. Dia sedang mengawasi pekerja saat atap runtuh setelah itu saya melihat dia tertimpa tumpukan beton yang menyebabkan kematian," tandasnya. (yds/hri)


Berita Terkait