Rusia menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond yang menyebut penyebab jatuhnya pesawat Rusia ialah akibat ledakan bom yang diselundupkan ke dalam pesawat jenis Airbus A-321 itu. Hammond juga menyebut kemungkinan besar militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ada di balik ledakan bom itu.
"Jika memang ada data yang akurat, kami tentu mengharapkan siapa saja yang memiliki data ini untuk menyerahkannya untuk penyelidikan," ucap juru bicara Istana Kepresidenan Rusia atau Kremlin, Dmitry Peskov, seperti dilansir media setempat Sputnik dan juga Reuters, Kamis (5/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sejauh ini, kami tidak mendengar apapun dari penyelidikan. Asumsi serupa seperti ini didasarkan pada informasi yang tidak diverifikasi atau sama saja dengan spekulasi," imbuhnya.
Lebih lanjut, Peskov menyatakan, tidak ada teori terkait pesawat Metrojet yang jatuh di Mesir yang bisa dikesampingkan untuk saat ini. Namun, lanjutnya, masih terlalu dini untuk menekankan pada salah satu teori saja.
"Tentu, seluruh informasi dikumpulkan dan dilaporkan kepada kepala negara. Tidak mungkin untuk mengesampingkan teori-teori yang ada saat ini, tapi pada saat yang sama, tidak ada alasan bahwa satu teori menjadi yang paling mungkin," ucapnya.
Secara terpisah, Perdana Menteri Dimtry Medvedev menyatakan dalam rapat jajaran pemerintahan Rusia, pada Kamis (5/11), bahwa saat ini masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan soal penyebab jatuhnya pesawat yang membawa 224 penumpang dan awak tersebut. (nvc/nrl)










































