Sebut Pesawat Rusia Jatuh karena Bom, Inggris Diminta Tunjukkan Data

Sebut Pesawat Rusia Jatuh karena Bom, Inggris Diminta Tunjukkan Data

Novi Christiastuti - detikNews
Kamis, 05 Nov 2015 18:40 WIB
Sebut Pesawat Rusia Jatuh karena Bom, Inggris Diminta Tunjukkan Data
Puing pesawat Rusia yang jatuh di Sinai, Mesir (REUTERS/Mohamed Abd El Ghany)
Moskow - Pemerintah Rusia meminta Inggris menunjukkan data yang mendukung pernyataan mereka soal ledakan bom menjatuhkan pesawat maskapai Metrojet di Mesir. Rusia menegaskan hanya penyelidik resmi yang berhak mengungkapkan teori soal insiden tersebut.

Rusia menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond yang menyebut penyebab jatuhnya pesawat Rusia ialah akibat ledakan bom yang diselundupkan ke dalam pesawat jenis Airbus A-321 itu. Hammond juga menyebut kemungkinan besar militan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) ada di balik ledakan bom itu.

"Jika memang ada data yang akurat, kami tentu mengharapkan siapa saja yang memiliki data ini untuk menyerahkannya untuk penyelidikan," ucap juru bicara Istana Kepresidenan Rusia atau Kremlin, Dmitry Peskov, seperti dilansir media setempat Sputnik dan juga Reuters, Kamis (5/11/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami telah mengatakan ini sebelumnya dan kami akan mengulanginya lagi: teori-teori tentang apa yang terjadi dan penyebab insiden ini hanya bisa diumumkan melalui penyelidikan," tegas Peskov ketika dimintai tanggapan soal pernyataan Hammond.

"Sejauh ini, kami tidak mendengar apapun dari penyelidikan. Asumsi serupa seperti ini didasarkan pada informasi yang tidak diverifikasi atau sama saja dengan spekulasi," imbuhnya.

Lebih lanjut, Peskov menyatakan, tidak ada teori terkait pesawat Metrojet yang jatuh di Mesir yang bisa dikesampingkan untuk saat ini. Namun, lanjutnya, masih terlalu dini untuk menekankan pada salah satu teori saja.

"Tentu, seluruh informasi dikumpulkan dan dilaporkan kepada kepala negara. Tidak mungkin untuk mengesampingkan teori-teori yang ada saat ini, tapi pada saat yang sama, tidak ada alasan bahwa satu teori menjadi yang paling mungkin," ucapnya.

Secara terpisah, Perdana Menteri Dimtry Medvedev menyatakan dalam rapat jajaran pemerintahan Rusia, pada Kamis (5/11), bahwa saat ini masih terlalu dini untuk menarik kesimpulan soal penyebab jatuhnya pesawat yang membawa 224 penumpang dan awak tersebut. (nvc/nrl)


Berita Terkait