Kotak hitam pesawat terdiri atas dua bagian, yakni perekam suara kokpit (CVR) dan perekam data penerbangan (FDR) yang sama-sama terletak di bagian ekor pesawat. Kedua bagian itu telah ditemukan oleh tim penyelamat pada hari yang sama ketika pesawat jatuh, Sabtu (31/10) lalu.
"Perekam suara kokpit mengalami kerusakan mekanis yang cukup parah. Sekarang di Mesir, persiapan dengan pakar dari IAC dan BEA (Biro Penyelidikan dan Analisis Keselamatan Penerbangan Sipil) Prancis telah selesai untuk menyalin informasi yang terekam, mengambil seluruh langkah antisipasi," terang Komisi Penerbangan Antarwilayah Rusia (IAC) seperti dilansir kantor berita TASS, Kamis (5/11/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perwakilan IAC dan para pakar baik dari Mesir maupun Jerman dan Prancis, terus menyisir lokasi jatuhnya pesawat di Sinai Utara untuk mencari petunjuk. Sedangkan di Moskow, Rusia, anggota IAC mulai meneliti dokumentasi penerbangan, teknis, dan juga medis para awak pesawat.
"Pelatihan profesional terhadap para awak dianalisis, begitu juga kesiapan penerbangan, sejarah operasi pesawat dan aturan teknis soal perawatan maupun perbaikan pesawat," sebut IAC.
Lebih lanjut, IAC menegaskan, otoritas penerbangan Mesir merupakan satu-satunya sumber informasi resmi karena Mesir yang memimpin penyelidikan. Hal ini, lanjut IAC, sesuai dengan lampiran 13 Konvensi Penerbangan Sipil Internasional atau biasa disebut Konvensi Chicago.
"Pakar, organisasi maupun negara lain yang mengamati kecelakaan ini tidak memiliki hak untuk mengungkapkan informasi terkait penyelidikan tanpa izin dari negara yang bertanggung jawab atas penyelidikan" tegas IAC dalam pernyataannya.
Kotak hitam pesawat Rusia yang jatuh di Mesir (AFP/Egyptian Civil Aviation Ministry) |











































Kotak hitam pesawat Rusia yang jatuh di Mesir (AFP/Egyptian Civil Aviation Ministry)