"Ketika tim penyelamat dari Kementerian Urusan Darurat Rusia melakukan pemeriksaan tambahan pada puing bagian hidung pesawat dengan bantuan perlengkapan hidraulis, mereka menemukan sesosok jasad manusia, diduga anak-anak dan beberapa jasad lainnya," tutur ketua tim operasi pada Kementerian Urusan Darurat Rusia, Aleksandr Agafonov kepada kantor berita TASS, Kamis (5/11/2015).
Tim penyelamat sebelumnya tidak bisa memeriksa langsung puing-puing pesawat di lokasi karena ada pakar dari Mesir dan dari Komisi Penerbangan Antarwilayah Rusia yang bertanggung jawab menyelidiki insiden ini, tengah melakukan pemeriksaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Temuan jasad itu, sama seperti temuan jasad lainnya, akan dibawa ke St Petersburg, Rusia untuk menjalani proses identifikasi. Lebih dari 190 jasad korban yang telah dievakuasi dari lokasi diterbangkan dari Kairo ke St Petersburg sejak awal pekan ini.
Sementara itu, lebih dari 200 sampel DNA telah dikumpulkan dari keluarga korban untuk membantu identifikasi di St Petersburg. Sejauh ini, menurut otoritas Rusia, sudah ada 58 jasad korban yang teridentifikasi. Sejauh ini, sedikitnya tiga jasad korban yang teridentifikasi telah diserahkan kepada keluarganya untuk dimakamkan.
Pesawat jenis Airbus A-321 tersebut membawa total 217 penumpang dan tujuh awak ketika jatuh di Sinai Utara, Mesir pada Sabtu (31/10) lalu. Sebagian besar penumpang dan awak merupakan warga negara Rusia, sedangkan lainnya terdiri atas empat warga Ukraina dan satu warga Belarusia. (nvc/ita)










































